Sehat ala Karuhun: “ NYEKER “

nyeker

Loba kauntungan dimana lumampah kucara nyeker pikeun kasehatan awak urang, nyatana alus pikeun:

– Ngabengraskeun pipikiran
Waktu ngalengkah teu make tarumpah/sendal atawa sapatu, tingkat kawaspadaan urang anu langsung (spontan) bakal naek. Sahanteuna waspada pikeun lengkah anu rek dijejek, naha aya cucuk rungkang, batu, atawa barang2 anu matak nyilakakeun jeung bisa matak tatu dampal suku. Teu disadar, kaayaan ieu bisa nyieun pikiran leuwih waspada (caang) jeung ngarangsang tujuan (fokus) pikiran jadi leuwih hade.

– Refleksi haratis
Dina dampal suku loba pisan titik refleksi anu ngait kana ampir bagean tina awak. Naon wae anu kadampal dina ngalaku, anu renjul kusabab batu leutik, atawa kaayaan lemah anu kasar anu kaidek bakal ngarangsang titik-titik refleksi suku. Kadang mimitina mah bakal karasa peureus jeung nyeri, tapi ngabogaan efek anu positif dina ngurangan panyakit awak.

– Ngurangan Stress
Loba anu naliti nyarita, yen ngalampah bari nyeker dina jukut bakal ngabantu ngurangan rasa kahariwang jeung depresi. Leumpang bari nyeker bakal ningkatkeun kadar hormone endorphin anu ngakibatkeun kaluarna rasa gumbira.

– Tibra Sare (sare anu berkualitas)
Leumpang nyeker dina jukut bisa jadi obat pikeun anu teu bisa he’es (imsomnia). Loba anu sare lila tapi asa sakeudeung, aya oge anus are sakeudeung tapi asa lila. Tah anu kadua eta anu kaasup sare berkualitas.

Leumpang Nyeker bisa ngarenggangkeun sakaligus nguatkeun urat tendon, ligament jero, pigeulangan suku jeung bitis. Ieu bakal ngabantu pikeun nyegah tijalikeuh, tegangna tuur jeung sakabeh ceceklokan (sendi) oge masalah tulang tonggong. Nyeker oge ngaktifkeun gawena urat anu ngabantu dina ngajaga dedeg pangadeg awak jeung kasaimbangan awak. Urat ieu moal aktif dimana urang make tarumpah/sendal atawa sapatu.

Nguras racun dina awak
Lemah/Bumi ngabogaan ion nehatif anu boga gawe pikeun ngalunturkeun racun dina awak (detoksifikasi), ngurangan efek radang, nyingkronkeun gawe siklus hormone jeung irama fisiologis, oge efek anu tenang dimana urang nyeker.

Nyehatkeun Jiwa
Nyeker teh ngadeukeutkeun hubungan diri jeung alam. Leuwih gampang ngarasakeun handeutna panon poe atawa hiliwirna angina nu nebak kanu tatangkalan.

Anu gampangna, dimana leumpang nyeker teh alus pisan pikeun kasehatan Pikiran, Awak Jeung Jiwa.

Ra-Hayu _/\_

Iklan
Published in: on 22 September 2013 at 3:34 pm  Comments (2)  

GALUH AGUNG

Galuh

Kesalah-kaprahan dalam memahami “Sunda” sebagai nama sebuah suku bangsa atau kelompok masyarakat yang tinggal di pulo Jawa bagian Barat telah berakibat fatal dan tragis terhadap keberadaan nama “Galuh”.
“Galuh” adalah nama bangsa yang menganut ajaran / agama “Sunda”. Dengan demikian yang selama ini selalu disebut “Orang Sunda” sebagai kelompok kesukuan atau kemasyarakatan maksud yang sebenarnya adalah “Orang Galuh” atau “Bangsa Galuh Agung” (tepatnya menunjuk kepada penduduk wilayah Rama), sebab sangat mustahil orang yang menganut agama Sunda sekaligus mengaku beragama Islam atau Kristiani atau Hindu atau Buddha, ataupun yang lainnya.

Agar lebih jelas kita gunakan contoh sebagai berikut; jika seseorang mengatakan “Saya orang Indonesia beragama Islam” (*Islam = Selamat) pernyataan itu sering disingkat menjadi “Saya orang Islam”. Lain hal jika kalimatnya berbunyi “Saya bangsa Indonesia menganut agama Islam”, dalam kalimat tersebut jelas mengatakan status kebangsaannya, dan memang tidak ada “bangsa Islam” di Indonesia sebab yang layak disebut “bangsa Islam” tentunya hanya bangsa Arab itu sendiri. Maka demikian pula dengan persoalan Sunda dan Galuh, hingga dengan sewajarnya jika mengatakan bahwa “Saya orang Galuh beragama Sunda”.
“Galuh” sama sekali bukan daerah kecil yang terletak di daerah Ciamis. Pada jaman dahulu luas wilayah Galuh hampir sama dengan luas Bumi atau boleh jadi hampir sama dengan luas keberadaan ajaran Sunda (Matahari).

Penyebaran ajaran Sunda di wilayah Galuh Hyang Agung

Di Eropa, khususnya wilayah Perancis dan sekitarnya nama atau sebutan “Galuh” lebih dikenal sebagai “Gaul” (Gaulia/ Golia/ Bangsa Gaul) dan lebih umum sering disebut sebagai bangsa Gallia. Sedangkan di wilayah Timur-Tengah tepatnya di Israel istilah “Galuh” dikenal dengan sebutan “Galillea” (Galilee). Untuk membuktikannya kita perlu memahami peninggalan sejarah dibeberapa negara yang secara prinsip hampir tidak ada bedanya dengan yang ada di Indonesia dan khususnya di pulo Jawa.

Ajaran bangsa Galuh yaitu Sundayana ataupun Surayana sangat kental dengan kehidupan masyarakat daerah Timur-Tengah (Israel) tepatnya di daerah “Galillea”. Pada mulanya kedatangan ajaran Sunda tentu saja ditentang oleh masyarakat lokal (Israel – Palestina), kejadian tersebut diabadikan dalam cerita David (Nabi Daud) melawan Goliath yang dikalahkan oleh sebuah “batu”, dan batu yang dimaksud adalah “lingga/ menhir atau batu satangtung”.
Kewilayahan Galuh Agung penganut ajaran Sunda (Matahari) dimasa lalu pada umumnya terdapat beberapa penanda sebagai perlambangan yaitu berupa; Batu Menhir (Lingga), Matahari, Simbol Ayam ataupun burung dan Terdapat simbol Sapi atau Kerbau atau sejenisnya.

1. MENHIR / LINGGA / BATU SATANGTUNG

ts 1
Menhir (Lingga)

Lingga adalah sebuah “batu” penanda yang diletakan sebagai “pusat” kabuyutan, masyarakat Jawa Barat sering menyebutnya sebagai “Batu Satangtung” dan merupakan penanda wilayah RAMA. Bentuk menhir (lingga) di beberapa negara yang tidak memiliki batu alam utuh dan besar pada umumnya digantikan oleh ‘tugu batu’ buatan seperti yang terdapat di Mekah dan Vatican.

ts 2

ts3

Lingga sebagai batu kabuyutan berasal dari kata “La-Hyang-Galuh” (Hukum Leluhur Galuh). Maksud perlambangan Lingga sesungguhnya lebih ditujukan sebagai pusat/ puseur (inti) pemerintahan disetiap wilayah Ibu Pertiwi, tentu saja setiap bangsa memiliki Ibu Pertiwi-nya masing-masing (Yoni).

Dari tempat Lingga (wilayah Rama) inilah lahirnya kebijakan dan kebajikan yang kelak akan dijalankan oleh para pemimpin negara (Ratu). Hal ini sangat berkaitan erat dengan ketata-negaraan bangsa Galuh dalam ajaran Sunda, dimana Matahari menjadi pusat (saka) peredaran benda-benda langit. Fakta yang dapat kita temui pada setiap negara (kerajaan) di dunia adalah adanya kesamaan pola ketatanegaraan yang terdiri dari Rama (Manusia Agung), Ratu (‘Maharaja’) dan Rasi (raja-raja kecil/ karesian) dan konsep ini kelak disebut sebagai Tri-Tangtu atau Tri-Su-La-Naga-Ra.

Umumnya sebuah Lingga diletakan dalam formasi tertentu yang menunjukan ke-Mandala-an, yaitu tempat sakral yang harus dihormati dan dijaga kesuciannya. Mandala lebih dikenal oleh masyarakat dunia dengan sebutan Dolmen yang tersebar hampir di seluruh penjuru dunia, di Perancis disebut sebagai Mandale sedangkan batunya (lingga) disebut Obelisk ataupun Menhir.

Mandala (tempat suci) secara prinsip terdiri dari 5 lingkaran berlapis yang menunjukan batas kewilayahan atau tingkatan (secara simbolik) yaitu;

1. Mandala Kasungka
2. Mandala Seba
3. Mandala Raja
4. Mandala Wangi
5. Mandala Hyang (inti lingkaran berupa ‘titik’ Batu Satangtung)

Ke-Mandala-an merupakan rangkaian konsep menuju kosmos yang berasal dari pembangunan kemanunggalan diri terhadap negeri, kemanunggalan negeri terhadap bumi, dan kemanunggalan bumi terhadap langit “suwung” (ketiadaan). Dalam bahasa populer sering disebut sebagai perjalanan dari “mikro kosmos menuju makro kosmos” (keberadaan yang pernah ada dan selalu ada).

ts4

2. LAMBANG AYAM / HAYAM

Ayam atau Hayam merupakan perlambangan atas dimulainya sebuah kehidupan. Dalam hal ini keberadaan sosok ayam sangat erat kaitannya dengan kehadiran Matahari. Ayam adalah siloka (symbol) para pendahulu yang memulai kehidupan (leluhur) dan bangsa Galuh menyebut para leluhurnya sebagai “Hyang”, maksudnya,,,

bersambung,,,

tabe pun,
TANGTUNG SUNDAYANA

RaHayu _/\_

Published in: on 16 September 2013 at 3:09 am  Comments (8)  

Tidak ada yang AJAIB, semua datang karena kehendak anda !

LOGO META

SELAMAT BERGABUNG DI ” M E T A ”

Manusia telah menemukan suatu bentuk energi baru. Seperti halnya energi atom, lebih tinggi dari energi listrik. Begitu pula energi baru ini, lebih tinggi sifatnya dari pada energi atom. Keajaiban dari energi baru ini yakni, bahwa tidak perlu membangun reaktor atom yang mahal atau generator untuk menggunakannya.

Kita sudah memiliki sumber energi tersebut,,, energi itu dapat kita peroleh secara gratis.

Manusia telah membuktikan bahwa KESADARAN tersebut merupakan ENERGI.
KESADARAN manusia dapat menimbulkan atau enghancurkan zat atau materi,,,
KESADARAN manusia dapat pergi ke setiap tempat di planet ini dan memasuki setiap dimensi di jagat raya dan memperoleh informasi,,, dan lain sebagainya.
Dan kabar gembiranya bahwa ENERGY keSADARan itu dapat dimanfaatkan dan disalurkan secara khusus didalam keHIDUPan.

kita tahu bagaimana cara kerja sifat listrik??,,, karena cepat & mudahnya listrik mengalir, maka listrik menjadi populer dan sangat diperlukan.

ENERGY keSADARan adalah diatasnya sifat listrik, oleh karena itu lebih populer dan berkembang.

Di sekolah saUDARA mempelajari banyak hal, ada yang “sukar” & ada yang “mudah”. Tapi salah satu hal yang tidak pernah dipelajari di sekolah yaitu CARA MENGGUNAKAN BATHIN kita. Menggunakan bathin kita sangatlah mudah, karena cara penggunaan bathin kita itu berjalan menurut alami.

Rahasia ENERGY keSADARan menyimpan kekayaan yang jauh lebih besar daripada yang dapat disimpan didalam sebuah lemari besi. Seperti halnya sebuah lemari besi, diperlukan kode (kunci) untuk membukanya, bahkan beberapa kode kombinasi.

Sekarang saUDARA harus siap, karena hal yang ghaib sedang mengalami perubahan menjadi tidak gaib lagi. Tidak ada rahasiah lagi. META FISIKA sedang berubah menjadi FISIKA biasa.

Diperlukan TANGGUNG JAWAB untuk menggunakan ENERGY BARU ini secara creative masih tetap dan selalu ditangan saUDARA. Peris seperti halnya sewktu anda mengenal dan memahami listrik sebelum menghidupkannya.

dalam setiap AKSI yang kita lakukan, maka kita tidak akan bisa menghindar dari konsekwensinya.

Salam berDAYA-GUNA

_/\_
Namaste

::ANDA TERTARIK UNTUK MENGETAHUI CARANYA?,
SILAHKAN BERGABUNG & SIGN IN menjadi member boedak satepak

Published in: on 13 September 2013 at 9:58 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

TIGA PINTU KEBIJAKSANAAN

3 pintu

Seorang Raja, mempunyai anak tunggal yang pemberani, terampil dan pintar.
Untuk menyempurnakan pengetahuannya, ia mengirimnya kepada seorang pertapa bijaksana.

“Berikanlah pencerahan padaku tentang Jalan HIDUPku” Sang Pangeran meminta.

“Kata-kataku akan memudar laksana jejak kakimu di atas pasir”, kata sang Pertapa,,,

“Saya akan berikan petunjuk padamu, di Jalan HIDUPmu engkau akan menemui 3 pintu.
Bacalah kata-kata yang tertulis di setiap pintu dan ikuti kata “hati”mu.”

Sekarang pergilah sang Pertapa menghilang dan Pangeran melanjutkan perjalanannya. Segera ia menemukan sebuah pintu besar yang di atasnya tertulis kata “UBAHLAH DUNIA”

“Ini memang yang kuinginkan” pikir sang Pangeran,,,
“Karena di dunia ini ada hal-hal yang aku sukai dan ada pula hal-hal yang tak kusukai. Aku akan mengubahnya agar sesuai keinginanku”

Maka mulailah ia memulai pertarungannya yang pertama, yaitu mengubah dunia. Ambisi, cita-cita dan kekuatannya membantunya dalam usaha menaklukkan dunia agar sesuai hasratnya. Ia mendapatkan banyak kesenangan dalam usahanya tetapi “hati”nya tidak merasa damai. Walau sebagian berhasil diubahnya tetapi sebagian lainnya menentangnya.

Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari, ia bertemu sang Pertapa kembali.

“Apa yang engkau pelajari dari Jalanmu ?” Tanya sang Pertapa,,

“Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat klakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku” jawab Pangeran

“Bagus! Gunakan kekuatanmu sesuai kemampuanmu. Lupakan apa yang diluar kekuatanmu, apa yang engkau tak sanggup mengubahnya” dan sang Pertapa menghilang,,,,

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di Pintu kedua yang bertuliskan “UBAHLAH SESAMAMU”

“Ini memang keinginanku” pikirnya. “Orang-orang di sekitarku adalah sumber kesenangan, kebahagiaan, tetapi mereka juga yang mendatangkan derita, kepahitan dan frustrasi”

Dan kemudian ia mencoba mengubah semua orang yang tak disukainya. Ia mencoba mengubah karakter mereka dan menghilangkan kelemahan mereka. Ini menjadi pertarungannya yang kedua.

Tahun-tahun berlalu, kembali ia bertemu sang Pertapa.

“Apa yang engkau pelajari kali ini?”,,,,

“Saya belajar, bahwa mereka bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar”

“Engkau benar” Kata sang Pertapa,,,
“Apa yang mereka bangkitkan dari dirimu, sebenarnya mereka mengenalkan engkau pada dirimu sendiri.

Bersyukurlah pada mereka yang telah membuatmu senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita dan frustrasi.

Karena melalui mereka lah, KeHIDUPan mengajarkanmu apa yang perlu engkau kuasai dan jalan apa yang harus kau tempuh”

Kembali sang Pertapa menghilang,,,,

Kini Pangeran sampai ke pintu ketiga “UBAHLAH DIRIMU”

“Jika memang diriku sendiri lah sumber dari segala problemku, memang disanalah aku harus mengubahnya”. Ia berkata pada dirinya sendiri.

Dan ia memulai pertarungannya yang ketiga. Ia mencoba mengubah karakternya sendiri, melawan ketidak sempurnaannya, menghilangkan kelemahannya, mengubah segala hal yg tak ia sukai dari dirinya, yang tak sesuai dengan gambaran ideal.

Setelah beberapa tahun berusaha, dimana sebagian ia berhasil dan sebagian lagi gagal dan ada hambatan, Pangeran bertemu sang Pertapa kembali.

“Kini apa yang engkau pelajari ?”

“Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah”

“Itu bagus” ujar sang pertapa.
“Ya” lanjut Pangeran, “tapi saya mulai lelah untuk bertarung melawan dunia, melawan setiap orang dan melawan diri sendiri. Tidakkah ada akhir dari semuai ini ? Kapan saya bisa tenang ? Saya ingin berhenti bertarung, ingin menyerah, ingin meninggalkan semua ini !”

“Itu adalah pelajaranmu berikutnya” ujar Pertapa,,,
Tapi sebelum itu, balikkan punggungmu dan lihatlah Jalan yang telah engkau tempuh”.
Dan ia pun menghilang,,,,

Ketika melihat ke belakang, ia memandang Pintu Ketiga dari kejauhan dan melihat adanya tulisan di bagian belakangnya yang berbunyi “TERIMALAH DIRIMU”.

Pangeran terkejut karena tidak melihat tulisan ini ketika melalui pintu tsb.

“Ketika seorang mulai bertarung, maka ia mulai menjadi buta” ,,,katanya pada dirinya sendiri.

Ia juga melihat, bertebaran di atas tanah, semua yang ia campakkan, kekurangannya, bayangannya, ketakutannya. Ia mulai menyadari bagaimana mengenali mereka, menerimanya dan mencintainya apa adanya.

Ia belajar mencintai dirinya sendiri dan tidak lagi membandingkan dirinya dengan orang lain, tanpa mengadili, tanpa mencerca dirinya sendiri.

Ia bertemu sang Pertapa, dan berkata “Aku belajar, bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat.”

“Bagus, itu adalah Pintu Pertama Kebijaksanaan” , ujar Pertapa.
“Sekarang engkau boleh kembali ke Pintu Kedua”

Segera ia mencapai Pintu Kedua, yang tertulis di sisi belakangnya “TERIMALAH SESAMAMU”

Ia bisa melihat orang-orang di sekitarnya, mereka yang ia suka dan cintai, serta mereka yang ia benci. Mereka yang mendukungnya, juga mereka yang melawannya.

Tetapi yang mengherankannya, ia tidak lagi bisa melihat ketidaksempurnaan mereka, kekurangan mereka. Apa yang sebelumnya membuat ia malu dan berusaha mengubahnya.

Ia bertemu sang Pertapa kembali, “Aku belajar” ujarnya “Bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari merela. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.

“Itu adalah Pintu Kedua Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa,

“Sekarang pergilah ke Pintu Pertama”

Dan di belakang Pintu Pertama, ia melihat tulisan “TERIMALAH DUNIA”

“Sungguh aneh” ujarnya pada dirinya sendiri, “Mengapa saya tidak melihatnya sebelumnya??!!!!”,,,,

Ia melihat sekitarnya dan mengenali dunia yang sebelumnya berusaha ia taklukan dan ia ubah.

Sekarang ia terpesona dengan betapa cerah dan indahnya dunia. Dengan kesempurnaannya.

Tetapi, ini adalah dunia yang sama, apakah memang dunia yang berubah atau cara pandangnya??,,,,

Kembali ia bertemu dengan sang Pertapa :

“Apa yang engkau pelajari sekarang ?”

“Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa Jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya muram.

Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau muram. Ia ADA, itu saja.

Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan ide yang aku lihat mengenainya. Aku belajar untuk menerimanya tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.

“Itu Pintu Ketiga Kebijaksanaan” ujar sang Pertapa.
“Sekarang engkau berdamai dengan dirimu, sesamamu dan dunia”

Sang pertapa pun menghilang,,,,,

Sang pangeran merasakan aliran yang menyejukkan dari kedamaian, ketentraman, yang berlimpah merasuki dirinya. Ia merasa hening dan damai.

End.

_/\_
Namaste

Published in: on 17 Mei 2013 at 6:23 am  Tinggalkan sebuah Komentar  
Tags: , , ,

MEDITASI MATA KETIGA

309390_2498826910875_1553723215_n Kenapa saya menyodorkan meditasi mata ketiga sebagai alternatif laku di tahun 2013 ?

Karena selama ini hampir semua orang diajarkan untuk pegang dada atau cakra jantung, dengan salah kaprah yaitu otaknya tidak dipakai untuk berpikir. Seolah-olah otak adalah Setan, dan perasaan adalah Tuhan.
Ini salah kaprah yg sangat menyesatkan, dan banyak orang masih percaya itu.
(*percaya mempercayai)

Meditasi mata ketiga mempunyai banyak manfaat. Selain secara implisit memindahkan pengertian kita dari perasaan ke pikiran, meditasi ini juga memunculkan intuisi.
Intuisi artinya tahu sendiri tanpa melalui panca indra. Manfaat lainnya adalah tersambungnya kehidupan kita dengan Alam Semesta.

Jadi, seperti ada yg menggerakkan segalanya sehingga apa yg kita niatkan bisa tiba-tiba muncul di depan mata. (*bahkan sebelum diucapkan)

Cara meditasi mata ketiga mudah saja, yaitu dengan menurunkan gelombang otak kita.

Bukan dengan cara memperhatikan napas, melainkan dengan merasakan kesadaran kita berada di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran kita disana. Bisa juga dirasakan di tengah batok kepala. Atau, kalau mau cara paling cepat, dengan menggunakan bola mata kita.

Mata menatap ke arah atas, lalu kelopak ditutup.

Posisi mata tetap mengarah ke atas. Dalam waktu satu atau dua menit saja, atau paling lama lima menit, anda akan sudah masuk gelombang otak Alpha, yaitu gelombang otak meditasi normal.

Kalau lebih lama lagi, gelombang otak anda akan turun terus memasuki gelombang otak Theta, yaitu meditasi mendalam. Bahkan bisa masuk gelombang otak Delta, yaitu gelombang otak tidur lelap.

Tetapi anda tetap sadar, dan tetap meditasi. Itulah yg saya sebut gelombang otak kun fayakun, ketika anda bisa bilang amin kepada permintaan yg diajukan oleh orang lain. Orang lain yg berada di hadapan anda sudah ikut turun gelombang otaknya karena gelombang otak anda sendiri sudah berada di bawah sekali. Nah, karena penanya dan penjawab sudah sama-sama berada di gelombang otak rendah, maka apapun yg
diminta, apabila memang sah (haq/baik), seperti penyembuhan sakit mental emosional, maka bisa dipenuhi oleh Alam Semesta.

Penyembuhan sakit fisik secara spiritual juga dilakukan dalam gelombang otak rendah ini.

Saya berpendapat, kalau sebagian besar orang Indonesia sudah secara rutin bermeditasi / berdoa / berwirid / bernovena / berkontemplasi di gelombang otak Alpha ke bawah, maka kemajuan yg diharapkan tidak akan lama lagi akan segera tercapai. Selama ini kita salah kaprah, melakukan doa-doa di gelombang otak kerja fisik, yaitu gelombang otak Beta. Tentu saja doanya tidak manjur.

~
Di dalam ratusan penelitian tentang meditasi ada hal yg menarik pada bahasan 4 hormon tubuh yg terlibat dalam kecerdasan intuitif dan kecerdasa spiritual. Hormon-hormon itu adalah:

Melatonin, Pinolin, Hormon 5-Meo-DMT, Dimethyltryptamin (DMT). Hormon-hormon tersebut sebagai berikut.

1. MELATONIN :
Melatonin dihasilkan oleh kelenjar pineal saat manusia berada dalam suasana gelap. Melatonin ini diproduksi pada298031_2498828870924_468912963_n malam hari, dan apa bila kita tidur dalam keadaan lampu padam maka akan membantu memperlancar peroduksi melatonin, sebaliknya jika orang yg tidur dengan lampu menyala, produksi melatonin tidak lancar yg mengakibatkan bangun keesokan harinya dalam keadaan tidak segar, produksi melatonin juga dapat dihasilkan melalui meditasi dengan menutup mata dan berada di ruang gelap.

Produksi melatonin maksimal dihasilkan hanya sampai antara 2-5 miligram per harinya, dan melatonin ini mengatur “ jam biologis “ manusia sehingga bisa bangun dan mengantuk pada waktunya, juga melatonin ini bermanfaat bagi perkembangan kesadaran spiritual.

2. PINOLIN :
Dalam penelitian dokter Mantak Chia dari Thailand, yg emperkenalkan system meditasi dalam kegelapan, setelah hari ke 3 meditasi, kadar melatonin meningkat antara 15-20 miligram dalam darah, sehingga kelenjar pineal berhenti mengekskresikan melatonin dan mulai memperoduksi pinolin yg bersifat superkonduktor serta meningkatkan replikasi sel-sel tubuh (mitosis) dan iterkalasi dengan molekul-molekul DNA. Dan pinolin ini pada umumnya dijumpai pada perempuan yg sedang mengandung, bermimpi, dan dalam pengalaman pra mati ( Near Death Experience atau NDE).

Pinolin inilah yg merangsang terjadinya clair-voyance atau peristiwa melihat dengan mata bathin dan kepekaan merasa. Tanpa pinolin dengan kadar yg tinggi jangan harap terjadinya gejala-gejala metafisis tersebut.

Orang yg memliki bakat alami akan kepekaan intuisi (penglihatan, pendengaran, dan rasa bathin) pastilah dalam tubuhnya secara alami mempunyai kadar hormon yg tinggi pinolin, karena pinolin berperan aktif dalam decoding DNA, yg memuat “memori kolektif“ dari nenek moyang seseorang, yg oleh sebab itu ia bisa menemukan informasi tersembunyi, yg disinyalkan oleh otak kanan dalam bentuk cahaya, suara, pengetahuan dan realisasi visual.

Boleh dikatakan pinolin memungkinkan terbukanya pintu menuju “alam kesadaran” (super kesadaran) sehingga manusia dapat mengakses informasi yg terkandung dalam alam, sehingga untuk membaca “jejak memori” yg menempel pada suatu HP atau benda lain yg dipakai bukanlah sesuatu yg tidak mustahil, karena partikel keringat dari seseorang atau hormone pheromone dari tangannya masih menempel di HP. Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan zat sehingga benda-benda itu memuat sebagian memori dari si pemiliknya.

3. HORMON 5-MEO-DMT
Setelah bermeditasi selama 6-8 hari terus menerus, maka kelenjar pineal akan mulai memproduksi hormone 5-Meo-DMT, yg mana hormone ini bersifat luminescens (mendatangkan cahaya) dan fosforenscens (mengeluarkan cahaya) karena sejumlah fosfen (kilatan cahaya sewaktu kita menutup dan membuka mata) disalurkan ke korteks mata dan orang akan melihat sinar terang di kepalanya.

Dalam penelitian bersama yg dilakukan Eduard P.A Van Wijka (International Institute of Biophysics, Neuss, Jerman), J.Ackermanc (Universitas Utrecht, Belanda), Roeland Van Wijka (Cottage Hospital, Santa Barbara, California, USA) menunjukkan bahwa meditasi menghasilkan emisi foton ultra lemah (Ultra Weak Photon Emission) pada lengan dan dahi meditator yg di observasi.

Foton sendiri adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Seorang meditator akan mengeluarkan emisi foton pada tubuhnya, tetapi hanya dapat dilihat oleh mereka yg memiliki “mata ketiga” terutama pada anak-anak di bawah usia 7 tahun, karena kelenjar pinealnya masih berfungsi normal. Anak-anak itu akan menutup wajahnya dan mengatakan “sangat menyilaukan” seperti sinar matahari yg terik.

Hormon 5-Meo-DMT berinterkalasi dengan perantara RNA (ribonucleic acid), visualisasi dari orang-orang tersebut kemudian mampu melihat “visualisasi halo” atau mata ketiga, seperti memahami pikiran-pikiran pra bahasa (bahasa telepati) pada orang lain.
Oleh karenanya orang yg telah mencapai tingkat ini dapat mengetahui keadaan psikologi seseorang tanpa mengadakan interview.

3. HORMON 5-MEO-DMT
Setelah bermeditasi selama 6-8 hari terus menerus, maka kelenjar pineal akan mulai memproduksi hormone 5-Meo-DMT, yg mana hormone ini bersifat luminescens (mendatangkan cahaya) dan fosforenscens (mengeluarkan cahaya) karena sejumlah fosfen (kilatan cahaya sewaktu kita menutup dan membuka mata) disalurkan ke korteks mata dan orang akan melihat sinar terang di kepalanya.

Dalam penelitian bersama yg dilakukan Eduard P.A Van Wijka (International Institute of Biophysics, Neuss, Jerman), J.Ackermanc (Universitas Utrecht, Belanda), Roeland Van Wijka (Cottage Hospital, Santa Barbara, California, USA) menunjukkan bahwa meditasi menghasilkan emisi foton ultra lemah (Ultra Weak Photon Emission) pada lengan dan dahi meditator yg di observasi.

Foton sendiri adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Seorang meditator akan mengeluarkan emisi foton pada tubuhnya, tetapi hanya dapat dilihat oleh mereka yg memiliki “mata ketiga” terutama pada anak-anak di bawah usia 7 tahun, karena kelenjar pinealnya masih berfungsi normal. Anak-anak itu akan menutup wajahnya dan mengatakan “sangat menyilaukan” seperti sinar matahari yg terik.

Hormon 5-Meo-DMT berinterkalasi dengan perantara RNA (ribonucleic acid), visualisasi dari orang-orang tersebut kemudian mampu melihat “visualisasi halo” atau mata ketiga, seperti memahami pikiran-pikiran pra bahasa (bahasa telepati) pada orang lain.
Oleh karenanya orang yg telah mencapai tingkat ini dapat mengetahui keadaan psikologi seseorang tanpa mengadakan interview.

~

Cara meditasi di cakra mata ketiga mudah saja seperti yang sudah sy terangkan pd postingan, yaitu duduk dengan namastepunggung tegak. Bisa bersila, bisa juga di atas kursi.

Fokuskan kesadaran anda di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran anda berada di titik itu. Rasakannya dengan bola mata anda yg dipejamkan. Bisa juga setengah terpejam.

Bisa sambil dengar musik meditasi, bisa juga tidak. Bisa sambil baca mantera atau doa, bisa juga tidak. Bisa pakai mantera atau doa apa saja yg diulang-ulang tanpa suara.
Yg penting, fokus kesadaran anda tetap di titik itu. Lakukan rutin tiap hari, 30 menit di pagi hari, dan 30 menit di malam hari.

Jadi, tidak ada itu yg namanya “Pembukaan Mata Ketiga”, apalagi pake duit :p

~

selain 4 Hormon ada juga Biokimia yang dihasilkan dari Meditasi,,,

Neurotransmiter ::
Adalah pengirim pesan kimiawi di dalam system saraf, di samping itu juga dikenal dua jenis pengirim pesan kimiawi lainnya yaitu endorphin dan hormone.

Neurotransmiter tidak hanya terdapat di otak, namun terdapat juga di saraf tulang belakang, saraf perifer, dan beberapa di kelenjar (*makanya disarankan untuk duduk dal posisi tulang punggung tegak).

Melalui efek yg ditimbulkan pada jaringan saraf tertentu, zat ini dapat mempengaruhi suasana hati, ingatan, dan kesejahteraan.
Sifat dasar dari efek yg ditimbulkannya tergantung pada tingkat neurotransmitter, lokasinya, dan jenis reseptor yg diikatnya.

* Berikut ini ada beberapa Neurotransmiter yg sudah dikenal dan beberapa efeknya diketahui dalam mempengaruhi neuron.

Serotonin: berkaitan dengan tidur, nafsu makan, persepsi sensoris, pengaturan suhu, penahan rasa sakit dan suasana hati.

Dopamin: berkaitan dengan gerakan yg disengaja, belajar, ingatan, emosi, kenikmatan atau penghargaan, respon terhadap hal-hal yg baru.

Asetilkolin: berkaitan dengan aksi otot, fungsi kognitif, ingatan dan emosi.

Norepinefrin: berkaitan dengan detak jantung, menurunkan aktifitas usus ketika berada dalam kondisi stres, serta terlibat dalam aktifitas belajar, ingatan, mimpi, terjaga dan emosi.

GABA (Gamma Aminobutyric Acid): berfungsi sebagai neurotransmitter inhibitor (penghambat) utama dari otak.

Glutamat: berfungsi sebagai penggerak utama neurotransmitter di otak, glutamate dikeluarkan sekitar 90% oleh neuron otak.

Efek yg berbahaya bisa terjadi bila tingkatan neurotransmiter terlalu tinggi maupun rendah.
Tingkat serotonin dan dopamine yg rendah dihubungkan dengan timbulnya depresi berat dan gangguan mental lainnya. Tingkat GABA yg abnormal dapat menimbulkan gangguan penyakit Alzheimer, yaitu kehilangan sel-sel otak yg bertanggungjawab menghasilkan asetikolin dan neurotransmiter lainnya yg mengakibatkan kehilangan dopamine yg menyebabkan tremor dan kekakuan yg dijumpai dalam penyakit Parkinson.

Pada diri seorang meditator (praktisi meditasi), kadar asetilkholin dalam darahnya akan konstan, hal ini akan diikuti oleh proses pengereman aktivitas serabut otak bawah sadar (hypothalamus) sehingga produksi kathekolamin (adrenalin dan non adrenalin) menurun., dan juga pacuan yg terjadi pada saraf simpatis juga akan direm.

Berkurangnya kathekolamin dalam darah memberikan reaksi pada meditator menjadi lebih tenang, denyut jantung menjadi lebih lambat, dan tekanan darah menjadi lebih stabil.

Jika suatu meditasi berhasil maka enzim oksidase monoamine yg mengatur keseimbangan akan aktif sehingga kenaikan kadar kathekolamin darah dapat segera diatasi.

Juga sudah diketahui bahwa insulin dapat menetralkan efek adrenalin, jika insulin menjadi dominan maka kadar gula darah akan stabil, dan di samping itu juga insulin dapat mencegah adanya timbunan lipid (kolesterol) dan kerusakan protein.

Bagi para meditator, pengaruh insulin juga akan dominan. Dengan demikian, meditasi akan dapat mencegah terjadinya diabetes melitus, penyakit jantung serta penyakit pembuluh darah (hipertensi).

Dari aspek psikis, aktivasi theta penstimulus otak melalui praktek meditasi, dan olah pernapasan terbukti ampuh mencegah dan mengatasi dua jenis stres sekaligus.

Pertama stress akut/mendadak yg diakibatkan gangguan hidup sehari hari, kedua stress kronis yg diakibatkan peristiwa masa lalu, seperti rasa dendam yg mendalam dan penyesalan yg belum terungkap.
Jika terdapat rangsangan yg dapat menimbulkan stress, maka neurotransmiter yg ada di otak akan bekerja menghambat atau memutuskan rangsangan penyebab stress sehingga rangsangan yg sampai di otak bawah sadar menjadi kecil atau bahkan dihilangkan.

Di samping itu otak juga menghasilkan substansi kimiawi yg bekerja identik dengan valium atau obat penenang yaitu asam isobutirat.

Pada meditator proses tersebut dapat terjadi dengan intensitas yg lebih besar dari orang yg tidak bermeditasi. Akibatnya, meditator dapat mencegah sejak dini stres yg terjadi pada dirinya.

Di saraf tepi, bekerja substansi kimia hasil meditasi yg identik dengan “beta-blocker“ (pengurangan hormone stres), yg memblokir simpul-simpul saraf simpatis.

Dari adanya proses di saraf pusat, saraf tepi, dan perubahan kimiawi di dalam darah inilah muncul kesimpulan mengapa meditasi diyakini mampu menjaga kesehatan dan mengatasi stres.

Endorphin (Narkotika Alami) ::
Jika kita telah didiagnosa dan mendapat resep obat penenang seperti Prozac, Paxil, Zoloft, atau Xanax maka disarankan untuk berhati-hati di dalam pemakaiannya, dan apabila masih dapat kita hentikan sebaiknya kita hentikan saja karena bahan kimia tersebut dapat mempengaruhi keadaan pikiran kita, sementara keadaan pikiran juga dapat mempengaruhi kondisi kimiawi saraf kita, karena semuanya itu pasti akan terjadi adalah ketidak seimbangan kimiawi sementara, bahkan mungkin menciptakan masalah mental atau fisik yg tidak terduga.

Meditasi sebenarnya merupakan cara yg paling aman untuk menyembuhkan ketidak-seimbangan kimiawi tubuh pada kasus-kasus depresi.

Peneliti dari Skotlandia bernama John Hughes dan Hans Kosterlitz, menemukan bahwa hormon Endorfin terdiri dari tiga yaitu alfa, beta dan gamma.

381582_2657306552767_1000694287_nHormon Endorphin beta dinyatakan sebagai zat penyembuh efektif di dalam tubuh. Zat ini dapat menciptakan kekebalan tubuh, mencegah bahkan membunuh sel-sel kanker, menjaga keseimbangan kadar gula darah, menjaga kesetabilan tekanan darah, menghilangkan Anxietas (cemas, panic, paranoid), menghilangkan rasa sakit, mengurangi berat badan, meredam masalah psikis, seperti marah, benci dan sebagainya, yg akhirnya menimbulkan aura positif di dalam diri.

Endorphin adalah bahan kimia alami yg dihasilkan otak pada saat kita sedang melakukan olahraga, dan dapat membuat kita bersemangat.

Endorphin dapat juga dihasilkan ketika kondisi gelombang otak berada pada gelombang alfa/theta, dan juga dapat meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat.

Para ilmuawan percaya bahwa bagian otak yg menghasilkan endorphin berada pada bagian area yg sama yg terlibat dalam proses belajar dan mengingat.

Dengan kata lain proses belajar dan mengingat akan lebih mudah dilakukan apabila terdapat cukup banyak endorphin dalam otak kita, ini bisa diperoleh apabila kondisi otak kita berada pada gelombang alfa/teta.

Keuntungan lainnya bila kita fokus pada konfigurasi gelombang otak alfa/theta ini, kita lebih mudah mengubah citra diri dari mental negatif menjadi mental positif.

Selain itu semua, alfa/teta juga sangat baik untuk relaksasi, ketika kita relaks secara mental, seluruh badan kita juga relaks, hal ini menigkatkan volume darah dan oksigen ke otak, yg menyebabkan diri kita lebih peka dan perhatian.

Endorphin memiliki efek yg serupa dengan narkotika alami, yaitu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan rasa gembira, juga memainkan peran dalam meningkatkan nafsu makan, aktivitas seksual, tekanan darah, suasana hati, belajar dan ingatan.

Begitu juga dapat kita lihat hubungan endorphin dengan kenikmatan yg dialami ketika menjalin kontak sosial.

Penelitian memperlihatakan bahwa kontak antara bayi dengan ibunya dapat merangsang endorphin bayi, yg selanjutnyaskelet02 dapat memperkuat ikatan antara si ibu dengan bayinya, juga dapat terjadi pada tahap awal cinta yg penuh gairah antara orang dewasa, yg menjelaskan perasaan melambung (euphoria) dari seorang yg sedang jatuh cinta.

Praktik meditasi dan olah pernapasan terbukti sangat berperan bagi kesehatan karena memberikan sangat banyak manfaat.

Meditasi yang dilakukan sekitar 30 menit di pagi hari antara jam 6-14 siang dan 30 menit di sore hari antara jam 18-02 pagi akan memberikan kita kedamaian dari dalam, mengurangi resiko penyakit, dan bahkan bisa menambah beberapa tahun kehidupan kita (karena sel terus meregenerasi), salah satu akibat kematian adalah karena sel berheti me-regenerasi (pikun end then DIE).

rutinitas melatih teknik meditasi akan menghasilkan konsentrasi kesadaran yg semakin intens, atau kemampuan untuk menguasai fokus mental dengan jernih di setiap saat serta dapat menunda roses
penuaan.

Karena para ilmuawan saat ini telah menganggap panjangnya telomere sebagai penanda umur sel semakin pendek (telomere).

Hal ini berarti sel dan seluruh organisme di dalam tubuh semakin tua dan semakin kelelahan, di bawah tekanan atau kegelisahan, tubuh kita lebih banyak melepaskan hormon pemicu stres seperti kortisol dan kathekolamin.

Pemotongan pada hormon ini berkaitan dengan pemendekan telomere, yg menandai penuaan secara fisik.

ada beberapa referensi dari penyait2 yang bisa disembuhkan dalam laku meditasi, tapi ada baiknya anda sendiri yang merasakannya dari kesembuhan penyakit yang anda derita. Dan silahkan sharing kan di grup HMI ini setelah anda merasakan sendiri manfaat dari Meditasi.

~
brain_wavesempat kategori gelombang otak dalam melakukan kegiatan meditasi:

Satu, Gelombang Beta (14-100Hz). Keadaan :
Kognitif, analitis, logika, otak kiri, konsentrasi, pemilahan, prasangka, pikiran sadar, aktif, cemas, waswas, khawatir, stres, fight or disease (kondisi abnormal yg mempengaruhi kondisi organism tubuh, seperti penyakit autoimun), cortisol, neropinephrine.

Keterangan:
Dalam frekuensi ini, seseorang dalam kondisi terjaga atau sadar penuh dan didominasi oleh logika. Saat seseorang berada di gelombang ini, otak (kiri) sedang aktif digunakan untuk berpikir, kosentrasi dan sebagainya sehingga gelombang meninggi. Gelombang tinggi ini merangsang otak mengeluarkan hormon kortisol dan norefinefrin yg menyebabkan cemas, khawatir, marah dan stres. Akibat buruknya, beberapa gangguan penyakit mudah datang kalau kita terlalu aktif di gelombang ini.

Dua, Gelombang Alfa ( 8-13,9 Hz). Keadaan:
Khusyuk, relaksasi, meditatif, focus-alertness, superlearning, akses nurani bawah sadar, ikhlas, nyaman, tenang, santai, istirahat, puas, segar, bahagia, endorphine, serotonin.

Keterangan:
Inilah ketenangan yg kita cari. Orang yg sedang relaks, melamun, atau berkhayal gelombang otaknya berbeda dalam frekuensi ini. Kondisi ini merupakan pintu masuk atau akses ke perasaan bawah sadar sehingga otak akan bekerja lebih optimal. Tanpa gelombang otak ini, jangan bermimpi bisa masuk ke perasaan bawah sadar.

Pada anak balita, gelombang otaknya selalu dalam keadaan alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat.
Dalam kondisi ini, otak memproduksi hormon serotonin dan endorphin yg menyebabkan seseorang merasakan rasa nyaman, tenang, bahagia. Hormon ini membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil, dan kapasitas indra kita meningkat.

Tiga, Gelombang Teta ( 4-7,9Hz). Keadaan: Sangat Khusyuk, deep-meditation, problem-solving, mimpi, intuisi, nurani, bawah sadar, ikhlas, kreatif, integratif, hening, imajinatif, catecholamines, AVP (orginie vasopressin).

Keterangan: Pancaran frekuensi ini menunjukkan seseorang sedang dalam kondisi mimpi. Dalam kondisi ini pikiran menjadi sangat kreatif dan inspiratif.

Seseorang yg berada dalam gelombang ini berada dalam kondisi khusyuk, relaks yang dalam, ikhlas, pikiran sangat hening, indera keenam atau intuisi muncul.
Itu semua terjadi karena otak mengeluarkan hormon melatonin, catecholamine dan AVP (arginine-vasopressin).

Empat, Gelombang Delta (0,1-3,9Hz). Keadaan: Tidur lelap (tanpa mimpi), non-physical state, nurani bawah sadar kolektif, tidak ada pikiran dan perasaan, cellular regeneration, HGH (Human Growt Hormone).

Keterangan:
Frekuensi terendah ini memancar saat seseorang tertidur pulas tanpa mimpi, tidak sadar, tidak bisa merasakan badan, tidak berfikir.

Pada gelombang ini, otak mengeluarkan HGH (Human Growth Hormone) atau hormon pertumbuhan yg bisa membuat orang awet muda.

Jika seseorang tidur dalam keadaan delta yg stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meskipun hanya beberapa menit tertidur, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.

MEDITASI Mata Ketiga, yg secara keseluruhannya meditasi itu membangun tubuh, jiwa dan rohani kita bahkan bisa memberikan kesehatan dan terhidar dari stres dan menambah panjang umur kehidupan kita. Semoga meditasi rutin bisa kita lakukan dengan benar dengan tujuan yg benar dan bukan mencari klenik.

***

Ketenangan PIKIRan akan membawa keSEHATan RAGA dan keBAHAGIAan pada JIWA.

smoga postingan ini menambah keTERANGan mengenai MEDITASI anda dari sumber atau sudut pandang empiris.

Smoga sharing postingan di blog obat Awet Muda ini menjadi semangat baru, harapan baru, serta do’a-do’a baru yang bisa terwujud demi kebaikan dalam kehidupan ini kedepannya di tahun 2013.

Tetap semangat
and don’t forget keep smile 🙂

*mudahan tungung padang ruhui rahayu
(semoga “Tuhan” memberi kehidupan yang langgeng, sejahtera dan harmonis bagi kita semua)

_/\_
Namaste

::
SUMBER SADURAN: Cambell (2001) dalam bukunya Efek Mozart; Stenberg dan Salovery (1997);
Daniel Goleman (1995) dalam bukunya Emotional Intelligences (EQ); Siegel (1999) Ahli pengembangan
otak; Glen (1992) pengamat music; Weisskoff (1981) pengamat music; Bailey (1980) pengamat music;
Gardner (1983); James N,Parker, MD & Philip M.Parker, PHD. Medical Dictionary Bibliography &
Annoted Research Guide.1960; Holmes, J., Psychoterapy 2000: Some Predictions for the coming Decade,
British Journal of Psychiatry, 1991; Ekman, P., Davidason, R.J. & Friesen, W.V., The Duchenne Smile
Emotional Expression and Brain Physiology II, Jurnal of Personality & Social Psychology, 1990;
Blows,M.(Ed), Towards the Whole Person: Integrating Eastern & Western Approaches to Body Mind
Skills, Proceedings of the workshop, The Transnational Network for the Study of Physical, Psychological
& Spiritual Wellbeing, Kenthust NSW: Linking Publications, 1993; Bankart, C.P., Koshikawa, F.,
Nedate, K. & Haruki, Y., When West meet East: Contribution of Eastern Traditions to the Future of
Psychoterapy. Psychophysiology, 1992 ; etc… etc… 🙂

Published in: on 31 Desember 2012 at 10:50 am  Comments (22)  

kudu SABAR jeung IKHLAS

Oleg: rek kamana ilaing Ro, tanginas isuk keneh ges stil euy???,,,

Uhro: nyeta rek ngalongok anu gering, pan mang Adul teh gering parna !

Oleg: na gering naon kitu?,,,

Uhro: ceuk dokter mah komplikasi GULA MAH KONENG, sagala panyakit terap dina awakna, sukuna oge nepikeun bareulah rorombeheun 🙂
untung weh SABAR mang Adul mah nampa cocoba tinu Maha Kawasa teh, manehna ge IKHLAS nandangan eta panyakit ti Anjeuna (Gusti).

Oleg: Oh,,, sarua atuh mun kitu mah Ro jeung kuring !

Uhro : na gering naon kitu akang???,,,

Oleg: nyeta kuring teh keur dibere cocoba ee rubak terus, tapi keun weh da ieu mah cocoba ti sia Ro ! kuring ikhlas narimana,,, hihihii

Uhro: Harrrr,,, na ari akang jadi nyalahkeun ka kuring??!!,,, nya eta mah kasalahan akang we meureun tina barangdahar anu teu taliti jeung teu waspada, jadi awak anu katempuhan. Ulah GORENG SANGKA ka abdi atuh kang, PAMALI,,,, da kuring mah teu ngarasa nyieun akang jadi mencret !,,, eta mah polah akang we meureun !

Oleg: tah mun kitu mah sia jeung si Adul ge geus DORAKA kulantaran NUDUH, ngan lain ka papada manusa !

Uhro: maksudna?

Oleg: teuing ah, lieur,,,, kumaha maneh we, pikilan olangan :p

*ngaleos ka warung kopi

~BS

Published in: on 2 Oktober 2012 at 1:13 am  Comments (2)  

SANDI KALA DALAM SANGU TUMPENG (Nasi Tumpeng)

Sampurasun….

Bangsa Indonesia saat ini semakin tidak memahami tata-cara, guna dan makna Sangu Tumpeng (Nasi Tumpeng) yang seharusnya dibuat secara khusus beradasarkan aturan ketat. Itu sebabnya kehadiran Sangu Tumpeng saat ini tidak ‘menghadirkan’ sesuatu apapun (*kejadian yang diharapkan), sebab ia dihadirkan hanya sebagai syarat pelengkap perayaan budaya.

Sangu Tumpeng sesungguhnya adalah kitab ajaran masyarakat Nusantara yang diungkapkan melalui bentuk makanan. Artinya, segala hal yang terdapat pada Sangu Tumpeng tidak lagi berupa bahasa lisan ataupun bahasa tulisan tetapi lebih merupakan “bahasa rupa bentuk” yang padat makna, dari cara pembuatan hingga penyajian harus dilakukan sesuai aturan. Artinya, jika pola tahapan pembuatan dilanggar maka sama dengan menghilangkan sebagian dari mata rantai ‘ayat-ayat’ yang berisi ajaran.

Tanda-tanda yang dilambangkan melalui peralatan memasak merupakan “peringatan” bahwa alam (lingkung kehidupan) harus tetap terjaga, hal ini mengingatkan kepada seluruh keturunan agar tetap waspada karena bangsa Nusantara hidup di wilayah gunung berapi, dalam istilah lain diumpamakan dengan BANGSA YANG MENUNGGANGI NAGA API.

Makna tanda yang terkandung pada peralatan memasak adalah sebagai berikut; api melambangkan matahari, batu bata merah menandakan bumi, dandang (se’eng) melambangkan gunung, air melambangkan sumber kehidupan, haseupan atau kukusan kerucut melambangkan kawah gunung berapi (yang terkandung), kayu bakar melambangkan tumbuhan atau hutan, dan nasi yang ada di dalamnya menandakan kesuburan dan kemakmuran.

Lambang pada perlengkapan Tumpeng

Pengolahan Sangu Tumpeng hanya boleh dilakukan oleh kaum wanita dewasa yang dalam keadaan bersih (tidak sedang menstruasi) dan telah mensucikan diri, sedangkan kaum pria bertugas menyediakan beragam kebutuhannya. Selama tahap pembuatan, wanita tersebut tidak boleh disentuh ataupun berbicara dengan laki-laki. Hal ini tentu saja bukan tanpa maksud dan tanpa makna. Nilai “wanita suci” yang terkandung di dalam tahap mengolah tumpeng menceriterakan tentang sosok Ibu Pertiwi yang sedang menata kehidupan di bumi, khususnya mengungkapkan tentang bagaimana ia menata dan memberikan kesuburan, kemakmuran dan kejayaan kepada seluruh putra-putri Ibu Pertiwi (bangsa Nusantara).

Api pada tungku dinyalakan bertepatan dengan terbitnya matahari pagi, hal ini merupakan perlambang ungkapan rasa terima-kasih atas limpahan anugrah dari Yang Maha Kuasa dalam mengawali kehidupan yang dipandu oleh waktu / cahaya. Melalui lambang Yang Maha Kuasa yang ada di langit (matahari) itulah segala kehidupan di Bumi ini digerakan; binatang, tumbuhan, manusia, dan sebagainya memulai kegiatan mereka sesuai fungsinya masing-masing.

Setelah se’eng (dandang) diletakan di atas tungku perapian, lalu wanita mulai menata nyiru atau tampah berbentuk lingkaran terbuat dari anyaman bambu yang akan digunakan sebagai alas Sangu Tumpeng. Nyiru adalah bentuk perlambangan matahari atau sering disebut sebagai Sang Hyang Manon atau Sang Hyang Tunggal.

Nyiru sebagai lambang Matahari (Sunda)

Bagian tepi (pinggiran) nyiru diberi daun pisang manggala yang telah dibentuk segi-tiga lalu dirangkai dan disambung dengan menggunakan tusuk biting terbuat dari lidi pohon kawung. Susunan daun pisang manggala yang melingkar di sekeliling nyiru adalah perlambang dari sinar matahari, dan arti “manggala” sendiri adalah “yang menyampaikan hukum atau yang menguasai aturan”, sedangkan istilah kawung menjadi perlambang dari kata “Sang Suwung” (Hyang Maha Kuasa).

Sangu Tumpeng dalam pola tanda berupa gunung berwarna kuning merupakan lambang keagungan gunung Sunda, mustahil membicarakan Sangu Tumpeng jika tidak membicarakan tentang Sunda mengapa demikian? Sebab “Sunda” itu artinya adalah “Matahari”.

Maka dari itu, Sangu Tumpeng harus ditata berdasarkan pola cahaya, segala yang diletakan di atas nyiru / tampah disusun berurutan mengikuti putaran nilai waktu (cahaya) yang terbagi atas :
1. Purwa, menghadap (mengarah) ke Timur berisi bakakak ayam jantan (jenis ayam kampung).
2. Daksina, menghadap ke Selatan berisi unsur unsur-unsur pertanian dan perkebunan seperti; sayuran segar (lalab), tomat, ketimun, dst.
3. Pasima, menghadap ke Barat berisi makanan / masakan olahan tumbuhan seperti; perkedel, sambal goreng kentang, goreng tempe, sambal goreng terasi.
4. Utara, menghadap ke Utara berisi masakan olahan berdaging / satwa seperti; ikan mas, ikan asin, udang, teri, daging.
5. Madya, letaknya di pusat atau di tengah-tengah yaitu nasi kuning berbentuk gunung dan di puncaknya diletakan telur ayam kampung sebagai Cupumanik Astagina (Cupumanik Astra-Geni).
Pola susunan tersebut di atas sesungguhnya mengajarkan dan memaparkan tentang mutu cahaya (waktu dan kala / jaman) yang mempengaruhi kehidupan manusia, beserta tahap perkembangan peradabannya.

Pola Arah Susunan Tumpeng

Dalam gelar “kedewaan” (nilai cahaya / nilai waktu) kelima (5) “ruang dan waktu” (arah dan warna / cahaya) itu disebut: Sang Hyang Siwa sebagai Madya (pusat segala cahaya / segala warna), Sang Hyang Iswara sebagai Purwa yang bercahaya putih, Sang Hyang Brahma sebagai Daksina yang bercahaya merah, Sang Hyang Mahadewa sebagai Pasima bercahaya kuning, Sang Hyang Wisnu sebagai Utara bercahaya hitam. Jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Iswara / Purwa / Timur / Putih; merupakan penanda pagi hari, namun sekaligus sebagai penanda awal peradaban manusia, jaman para leluhur bangsa. Hal ini ditandai dengan keberadaan “ayam” sebagai lambang “manusia awal kehidupan”.
2. Brahma / Daksina / Selatan / Merah; merupakan penanda siang hari, namun juga sebagai penanda jaman beradab atau masa kejayaan (kemakmuran). Hal ini di tandai oleh benda-benda pertanian dan perkebunan.
3. Mahadewa / Pasima / Barat / *Kuning; merupakan penanda senja hari (sore), tetapi juga sebagai penanda menurunnya masa kejayaan atau lunturnya jaman kemakmuran. Hal ini ditandai oleh bentuk makanan olahan yang tahan lama.
4. Wisnu / Utara / Utara / Hitam; merupakan penanda malam hari, yang juga menunjukan keruntuhan kejayaan manusia atau kehancuran peradaban manusia untuk menyelamatkan kehidupan mahluk-mahluk lain (non-manusia) di Bumi. Hal ini ditandai dengan masakan olahan (hewani).
5. Siwa / Madya / Pusat / Tengah; adalah penanda penguasa waktu / era / jaman yang mengembalikan segala kehidupan di Bumi seperti pada mulanya, jaman sebelum manusia menguasai (merusak) planet Bumi. Penanda atas hal ini adalah dengan adanya “telur” (Cupumanik Astagina) di puncak Sangu Tumpeng.

Melihat segi pemaknaan pada susunan pola cahaya (kedewaan) maka boleh jadi Sangu Tumpeng diberi warna “kuning” itu mengandung pengertian “status jaman”, bahwa kehidupan di muka Bumi ini telah memasuki masa menurunnya kejayaan atau lunturnya era kemakmuran. Namun akibat ketidak-pahaman masyarakat jaman sekarang terhadap pola tanda ajaran leluhur (kebudayaan masa lalu) maka masyarakat modern beranggapan bahwa warna “kuning” itu diumpamakan sebagai “emas” (lambang kejayaan) padahal nilai makna tersebut kaitannya terlalu erat dengan nilai ekonomi bahkan mungkin “kapitalisme” sedangkan Sangu Tumpeng secara mendasar lebih condong mengarah kepada persoalan ruang, waktu dan kejadian.

Melihat situasi dan kondisi kehidupan di muka Bumi pada saat ini maka bukan tidak mungkin jika Sangu Tumpeng yang seharusnya dibuat di jaman sekarang adalah berwarna “hitam” (dibuat dari beras hitam) sebagai penanda tiba masanya memasuki jaman Wisnu / Utara / Hitam… yaaa siapa tau… 🙂

*Tambahan :
– Sangu Tumpeng merupakan salah satu Su-Astra Sunda (Sastra Sunda) dan boleh jadi ia-pun merupakan perlambangan Lingga-Yoni.

Hampura sapapanjangna
Rahayu salawasna

Hung Ahuuung _/|\_

oleh: Lucky Hendrawan

Published in: on 9 September 2012 at 11:30 am  Comments (5)  

Asal Usul Kata “INDONESIA”

Sebelum Nusantara menjadi nama resmi kepulauan Negara kita pada masa kerajaan Majapahit (1292-1478) namun berabad-abad selanjutnya nama Nusantara tenggelam seiring runtuhnya kerajaan Majapahit, barulah pada tahun 1920-an seorang berkebangsaan Belanda yang bernama Ernest Francois Eugene Douwes Dekker yang dalam sejarah sebagai Dr. Setiabudi (1878-1950) salah seorang cucu adik Multatuli, memperkenalkan nama “Nusantara”.

Nusantara semula bermakna kepulauan seberang/luar yang digunakan untuk menyebut pulau-pulau di luar jawa, dalam sumpahnya Gajah Mada dihadapan pertemuan agung di pendopo Majapahit yang dikenal dengan sumpah palapa “laman huwus kala Nusantara, isun amukti palapa” yang bermakna jika telah kalah pulau-pulau seberang (karena pada saat itu kerajaan Majapahit hanya meliputi Jawa Timur dan Jawa Tengah saja) saya menikmati palapa (istirahat).

Secara historis, kepulauan yang bermakna kepulauan seberang oleh Dr. Setiabudi diberi pengertian nasionalistis dengan mengambil kata melayu asli “antara” maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa diantara dua benua dan samudera” sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi Nusantara modern. Dr. Setiabudi mengambil nama Nusantara dari kitab Pararaton yaitu, kitab yang membahas sejarah para ratu Singosari hingga runtuhnya Majapahit (Naskah kuno zaman Majapahit tersebut ditemukan di Bali akhir abad-19, diterjemahkan J. LA Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920). Kemudian karena tahu asal-usul nama Nusantara adalah sebutan bumi pertiwi dulu dan tidak mengandung kata “India” maka dengan cepat menjadi populer dalam tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan untuk digunakan sebagai pengganti nama Hindia Belanda (Nederlandsch-Indie).

Sebelum nama Nusantara populer dimasa pergerakan kemerdekaan Indonesia, pernah seorang pujangga asal Belanda yang bernama Eduard Douwes Dekker (1820-1887) dengan nama samaran Multatuli menamakan Tanah Air kita “Insulinde” (kepulauan Hindia) (latin insula = pulau) dalam bukunya MAX HAVELOR tahun 1860, kemudian dipopulerkan oleh prof. P.J. Veth. Alasan multatuli memberi nama Insulinde karena jijik mendengar nama Nederlandsch Indie (Hindia Belanda) yang diberikan oleh Belanda. Beliau juga menggambarkan bahwa kepulauan Negara kita laksana sabuk yang melingkari garis katulistiwa ditretes intan jamrud.

Nama Indonesia Mulai Muncul
Banyak dari bangsa-bangsa Eropa yang awam dengan benua Asia selalu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India, dan Tiongkok. Menurut mereka daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah Hindia, Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka”, dan dataran Asia Tenggara dinamakan “Hindia Belakang” sedangkan kepulauan Tanah Air kita memperoleh nama kepulauan Hindia (Indische Archipel, Indian Archipelago, Archipel Indian), pada zaman Belanda nama resminya adalah Nederlandch Indie (Hindia Belanda).
Nama Hindia asal mulanya buatan Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah berkebangsaan Yunani (484-525SM) yang dikenal sebagai bapak ilmu sejarah. Adapun nama Hindia ini baru digunakan untuk kepulauan ini oleh Polemeus (100-178) seorang ahli ilmu bumi terkenal, dan nama Hindia ini menjadi terkenal sesudah bangsa portugis dibawah pimpinan: Vasco da Gama mendapati kepulauan ini dengan menyusuri sungai Indus.

Kemudian pada tahun 1847 terbitlah sebuah majalah tahunan di Singapura dengan nama JOURNAL OF INDIAN ARCHIPELAGO AND EASTERN ASIA (JIAEA), dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869) seorang lulusan sarjana Edinburg (Inggris). Tahun 1849 George Samuel Windsor Earl (1813-1865) yang berasal dari Inggris pun menggabungkan diri sebagai redaksi Majalah JIAEA.
Dalam artikelnya Earl di majalah JIAEA volume 4 tahun 1850 menyatakan pendapatnya bahwa sudah tiba waktunya untuk rakyat di kepulauan melayu memiliki nama khusus (a distinctive name) sebab nama Hindia tidaklah cocok dan sering mengundang kebingungan dengan sebutan India yang lain. Dalam judul artikelnya “Embracing Enquiries Into The Continental Relations of the Indo-pacific Islanders”, Earl menamakan penduduk India Belanda bagian barat yang berasal dari Proto-Melayu (melayu tua) dan Neutero-Melayu (melayu muda) sebagai INDUNESIANS dan Earl memilih nama untuk wilayah kepulauan Negara kita dengan sebutan MELAYUNESIA (kepulauan melayu) daripada INDUNESIANS sebab MELAYUNESIANS sangat tepat untuk ras Melayu, apalagi bahasa melayu banyak digunakan diseluruh kepulauan Negara kita.

James Richardson Logan tidak sependapat dengan Windson Earl, beliau menulis artikelnya dalam majalah JIAEA volume 4 hal 252-347 dengan judul “THE ETHNOLOGY OF THE INDIAN ARCHIPELAGO” yang membahas tentang nama bagi kepulauan Negara kita yang oleh Belanda dan bangsa Eropa disebut “Indian Archipelago” yang menurut Logan sangat panjang dan membingungkan.

Melalui tulisan Logan tersebut untuk pertama kalinya nama Indonesia muncul di dunia Internasional “Mr. Earl Sugests the Ethnographical term Indonesia, but rejects in favaour of Malayunesian, I prefer the purely geographical term Indonesian, which is merely a shorter synonym for the Indian Island or the Indian Archipelago”. Selanjutnya Logan secara aktif dalam setiap karya-karya tulisannya selalu memakai nama Indonesia sehingga banyak dari kalangan ilmuwan bidang Ethnology dan Geografi yang mengikuti pendapat Logan menyebut “Indonesia” pada kepulauan kita.
Logan memungut nama Indonesia yang dibuang oleh Earl, dan huruf U (INDUNESIA) digantinya dengan huruf O agar ucapannya lebih baik, maka lahirlah sebutan INDONESIA sampai sekarang. Earl sendiri tidak suka memakai istilah “INDONESIA” dengan alasan bahwa INDUNESIA (kepulauan Indonesia) bisa juga digunakan untuk wilayah Ceylon (Srilanka) dan Maldevies (Maladewa). Earl mengajukan dua pilihan nama Indonesia atau Melayunesia pada halaman 71, artikelnya itu tertulis “…..the in habitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago Would become respectively Indonesia or Malayunesians”.

majalah JIAEA volume 4 tahun 1850, judul artikel “On the leading characteristict of the Papuan, Australian and malay-polynesian nations”

Seorang guru besar bidang ethnology universitas berlin yaitu Adolf Bastian. Mempopulerkan nama “Indonesia” dengan menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Indonesia Ordeer Die Inseln Des Malaysichien Archipel” sebanyak lima volume. Isi dari buku-buku tersebut membahas penelitiannya ketika pengembaraannya ke Tanah Air kita, pada tahun 1864-1880.

Melalui buku Bastian tersebut nama Indonesia semakin populer dikalangan sarjana, hingga pernah muncul suatu pendapat bahwa Adolf Bastian adalah pencipta nama Indonesia, pendapat yang keliru tersebut tercantum dalam “Encyclopedie Van Nederland-Indie”, tahun 1918 bahkan di Indonesia dimasukkan dalam buku sejarah kebangsaan jilid I untuk SLTP dan yang sederajat, penerbit Asia Afrika tahun 1969.

Selain Adolf Bastian prof. Van Vollen Hoven (1917) juga mempopulerkan nama “Indonesia” sebagai ganti Indisch (India) begitu juga istilah Inlander (pribumi) diganti sebutan “Indonesier” (orang Indonesia).

Nama Indonesia Menjadi Makna Politik
Sejak tahun 1850-1884 nama Indonesia telah dikenal dalam ilmu pengetahuan Indonesia. Nama Indonesia yang semula adalah istilah ilmiah dalam ethnology kemudian diambil oleh para pemimpin pergerakan nasional, sehingga istilah Indonesia berubah menjadi makna politis. Karena istilah Indonesia menjadi makna politis sebagai wujud identitas suatu bangsa yang telah bangkit dari cengkraman kolonialisme belanda yang mencapai kemerdekaannya, maka pemerintahan kolonialisme belanda selalu menaruh curiga dan mewaspadai istilah “Indonesia” itu.

Orang Indonesia yang pertama kali menggunakan nama “Indonesia” adalah Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) pada waktu Beliau di buang di negeri Belanda tahun 1913. Ketika di negeri Belanda, Beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama “INDONESISCHE PERS_BUREAU”. Sehingga di Rotterdam (Belanda) nama Indonesia semakin populer digunakan oleh kalangan para mahasiswa dan para ilmuwan.

Seorang mahasiswa sekolah tinggi ekonomi (Handels hooge school), yang bernama Moch. Hatta mengusulkan agar organisasinya para mahasiswa Hindia Belanda yang belajar di negeri Belanda untuk diubah yang semula bernama INDISCHE VEREENIGING yang didirikan pada tahun 1908, menjadi INDONESISCHE VEREENIGING (perhimpunan Indonesia). Begitu pula majalahnya mahasiswa Hindia Belanda semula bernama “HINDIA POETRA” diganti dengan nama “INDONESIA MERDEKA”. Alasan Moch. Hatta berinisiatif mengganti nama organisasi dan majalah dengan istilah Indonesia termuat dalam majalah Indonesia Merdeka. Bung Hatta menegaskan “……bahwa Indonesia merdeka yang akan datang mustahil disebut Hindia Belanda juga tidak Hindia saja. Sebab dapat menumbuhkan kekeliruan dengan India yang asli bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik karena melambangkan dan mencita-citakan suatu Tanah Air di masa depan, dan untuk mewujudkanya tiap orang Indonesia akan beusaha dengan segala tenaga dan kemampunya di dalam negeri.”

Di dalam negeri berbagai organisasi pun muncul dengan sebutan Indonesia. Tercatat tiga organisasi yang pertama kali menamakan organisasinya dengan memakai sebutan “INDONESIA” .
Organisasi Indonesische Studie Club tahun 1924 didirikan oleh Dr. Soetomo
Organisasi Partai Komunis Indonesia (PKI) tahun 1924

Organisasi INDONESISCHE PANVINDERIJ (NATIPIJ) tahun 1924, Organisasi kepanduan Nasional yang didirikan oleh Jong Islami Ten Bond.
Penetapan Nama Indonesia

Sebutan INDONESIA semakin populer di dalam negeri dalam berbagai gerakan-gerakan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh Nasional setelah nama “INDONESIA” dinobatkan sebagai nama Tanah Air, Bangsa dan Bahasa pada “kerapatan Pemoeda-Pemoeda Indonesia” pada tanggal 28 Oktober 1928 yang kemudian disebut “SOEMPAH PEMOEDA”.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; Parlemen Hindia Belanda) Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjodjo, dan Sutardjo Karto Hadi Kusumo, mengajukan mosi kepada pemerintah Hindia Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “NEDERLANDSCH-INDIE” (Hindia Belanda) tetapi Belanda menolak mosi ini. Segala usaha terus dilakukan untuk mengganti didalam perundang-undangan sebutan “NEDERLANDSCH-INDIE” dengan INDONESIA; dan INBOORLING, INLANDER, INHEEIMSCHE dengan INDONESIER tetapi selalu mengalami kegagalan, dimana pihak koloni Belanda selalu mendasarkan keberatannya atas dasar pertimbangan “Juridis”. Nama Indonesiers hanya boleh dipakai secara resmi dalam surat menyurat saja (Surat Edaran 10 Oktober 1940).

Sebutan “Hindia Belanda” lenyap ketika bala tentara Jepang menduduki Tanah Air Kita pada tanggal 8 Maret 1942 dan berganti sebutan “TO-INDO” (India Timur). Tidak lama bala tentara Jepang menduduki Tanah Air kita, tentara sekutu menghancurkan kekuasaan Jepang. Lalu pada tanggal 17 agustus 1945 muncul lebih kuat dengan dicantumkannya dalam proklamasi bangsa Indonesia, dan pada tanggal 18 Agustus 1945, berdirilah Negara Republik Indonesia.

X-Magazine

Published in: on 8 September 2012 at 12:22 am  Comments (3)  

Tidak ada pejuang tanpa peperangan

menemui tantang kehidupan memang tak terelakkan ..namun terkalahkan oleh tantangan itu adalah sebuah pilihan .. karena ini cuma permainan betah-betahan, siapa paling betah bertahan dialah pemenangnya

benar, tidak mudah untuk bertahan dan berjuang sampai semuanya terlewati, namun kalau anda menghendaki jalan pintas, silahkan baca kisah di bawah ini:

seorang mahasiswa di salah satu universitas terkenal di Nigeria, menemukan sebuah kepompong tidak jauh dari kursi taman favoritnya di kampus .. kepompong itu diamatinya, dan dibawanya pulang, diletakkan di atas sebuah mangkuk kecil .. beberapa hari kemudian kepompong itu mulai robek, dan terbukalah sebuah celah kecil .. sambil belajar, mahasiswa ini sesekali mengamati sudah sejauh mana proses keluarnya kupu-kupu itu .. diapun melihat betapa keras upaya kupu-kupu yang baru terlahir itu berusaha keluar melalui celah kecil itu .. akhirnya beberapa jam kemudian, tidak ada perubahan maupun pergerakan sedikitpun .. “Kecapekan dan akhirnya menyerah” kata si mahasiswa, lalu muncullah niat baiknya membantu si kupu-kupu .. diguntingnyalah lubang tersebut sehingga jadi lebih lebar .. tak lama kemudian keluarlah sosok makhluk yang sangat jelek, berbadan gendut dengan sayap yang tergulung sampai kecil .. si mahasiswa berpikir, mungkin sang bayi-kupu-kupu perlu waktu dan udara terbuka untuk mengembangkan sayapnya dan berubah bentuk menjadi kupu-kupu yang indah .. 1 jam .. 2 jam .. 3 jam-pun berlalu .. kupu-kupu itu tak berubah, dan akhirnya mati .. ketika hendak membuang bangkai kupu-kupu itu, diapun berpapasan dengan kakeknya .. kakeknya melihat bangkai kupu-kupu itu dan tersenyum, “Kebaikan dan jalan pintas yang kau sediakan untuk kupu-kupu ini telah membawanya kepada kematian .. kamu tidak mengerti bahwa lubang kecil itu adalah yang terbaik untuk sang bayi kupu-kupu, yang telah disediakan Tuhan untuk memaksanya berjuang keras melewati celah sempit itu, sehingga cairan lemak dari tubuhnya akan terdorong ke bagian sayap, dan memaksa sayapnya keluar dari selubungnya .. sehingga pada akhirnya berhasil keluar dari celah sempit itu dengan tubuh yang langsing dan sayap yang telah siap terkembang .. kamu seharusnya membiarkannya BERJUANG!!!”

Apa yang kita petik dari kisah itu adalah .. tidak jarang perjuangan adalah satu-satunya yang kita perlukan dalam satu tahapan kehidupan .. tantangan adalah sarapan bagai para calon pemenang .. keberhasilan itu sendiri adalah kegagalan yang bertransformasi .. tidak ada 1 orangpun, termasuk yang dapat warisan perusahaan dari keluarganya, atau terlahir dengan kekayaan yang berlimpah sekalipun .. yang mampu membuat sebuah dampak perubahan yang luar biasa tanpa usaha yang perlu diperjuangkan .. hehehe, pasti gak enak ceritanya kalau dia tidak bisa menceritakan kisah perjuangannya ..

salam.

Published in: on 26 Agustus 2012 at 8:46 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Jalan kaki

Supaya Jalan Kaki Lebih membakar Kalori:

Sediakan Teh Original Herbal Concentrate, selama berjalan kaki. 1 sdt
original tea, bisa membantu membakar 200 kalori menjadi energi. Badan nggak
loyo, malah bersemangat !

1. Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot
jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang
memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa
henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang lebih deras dan
lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam
koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi
dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih
menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh
yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan
berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya, tekanan darah cenderung
menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat
gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.

Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap
kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh.
Tidak banyak cara di luar obat yang dapat meningkatkan kadar HDL selain
dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu
menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

2. Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-opoh terhadap stroke pangaruhnya
belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan
hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang
lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki setiap hari, kasus stroke
zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu
perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat
melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko
mereka terserang stroke menurun duapertiga.

3. Berat badan stabil. Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju
metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh
aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan terbakar
oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak
terjadi.

4. Menurunkan berat badan juga. Ya, selain berat badan dipertahankan stabil,
mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan
kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan gajih di
bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup
laju paling kurang satu jam.

5. Mencegah kencing manis. Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju
sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda
atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang
bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney
Diseases).

Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu
minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama
gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking),
obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama
manfaatnya dengan obat anti diabetes.

6. Mencegah osteoporosis. Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat,
bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga.
Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh
paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja
untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan
gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari
pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis.

Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium,
sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman
pengeroposan tulang.

7. Meredakan encok lutut. Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika
mengalami encok lutut (osteoarthiris) . Dengan membiasakan diri berjalan kaki
cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut
bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki
perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi
kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.

Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan
keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia,
ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan
ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga
dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot
tubuh, terlebih pada yang gemuk.

Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan
sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap
mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau
melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan serangan
nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko
terkena gangguan sendi.

Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi
lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan
kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki. Kebiasaan berjalan
kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk
kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus
dipikul oleh sendi.

8. Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien
dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat
antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal tarbebas dari depresi
dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.

9. Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki,
setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma). Kita tahu,
bergerak badan ikut melancarkan peristaltik usus, sehingga buang air besar
lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama
di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki
terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.

:: SS (sehat & selamet) – dari yang Hidup untuk yang Hidup.

Published in: on 18 Agustus 2012 at 12:13 pm  Tinggalkan sebuah Komentar