MEDITASI MATA KETIGA

309390_2498826910875_1553723215_n Kenapa saya menyodorkan meditasi mata ketiga sebagai alternatif laku di tahun 2013 ?

Karena selama ini hampir semua orang diajarkan untuk pegang dada atau cakra jantung, dengan salah kaprah yaitu otaknya tidak dipakai untuk berpikir. Seolah-olah otak adalah Setan, dan perasaan adalah Tuhan.
Ini salah kaprah yg sangat menyesatkan, dan banyak orang masih percaya itu.
(*percaya mempercayai)

Meditasi mata ketiga mempunyai banyak manfaat. Selain secara implisit memindahkan pengertian kita dari perasaan ke pikiran, meditasi ini juga memunculkan intuisi.
Intuisi artinya tahu sendiri tanpa melalui panca indra. Manfaat lainnya adalah tersambungnya kehidupan kita dengan Alam Semesta.

Jadi, seperti ada yg menggerakkan segalanya sehingga apa yg kita niatkan bisa tiba-tiba muncul di depan mata. (*bahkan sebelum diucapkan)

Cara meditasi mata ketiga mudah saja, yaitu dengan menurunkan gelombang otak kita.

Bukan dengan cara memperhatikan napas, melainkan dengan merasakan kesadaran kita berada di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran kita disana. Bisa juga dirasakan di tengah batok kepala. Atau, kalau mau cara paling cepat, dengan menggunakan bola mata kita.

Mata menatap ke arah atas, lalu kelopak ditutup.

Posisi mata tetap mengarah ke atas. Dalam waktu satu atau dua menit saja, atau paling lama lima menit, anda akan sudah masuk gelombang otak Alpha, yaitu gelombang otak meditasi normal.

Kalau lebih lama lagi, gelombang otak anda akan turun terus memasuki gelombang otak Theta, yaitu meditasi mendalam. Bahkan bisa masuk gelombang otak Delta, yaitu gelombang otak tidur lelap.

Tetapi anda tetap sadar, dan tetap meditasi. Itulah yg saya sebut gelombang otak kun fayakun, ketika anda bisa bilang amin kepada permintaan yg diajukan oleh orang lain. Orang lain yg berada di hadapan anda sudah ikut turun gelombang otaknya karena gelombang otak anda sendiri sudah berada di bawah sekali. Nah, karena penanya dan penjawab sudah sama-sama berada di gelombang otak rendah, maka apapun yg
diminta, apabila memang sah (haq/baik), seperti penyembuhan sakit mental emosional, maka bisa dipenuhi oleh Alam Semesta.

Penyembuhan sakit fisik secara spiritual juga dilakukan dalam gelombang otak rendah ini.

Saya berpendapat, kalau sebagian besar orang Indonesia sudah secara rutin bermeditasi / berdoa / berwirid / bernovena / berkontemplasi di gelombang otak Alpha ke bawah, maka kemajuan yg diharapkan tidak akan lama lagi akan segera tercapai. Selama ini kita salah kaprah, melakukan doa-doa di gelombang otak kerja fisik, yaitu gelombang otak Beta. Tentu saja doanya tidak manjur.

~
Di dalam ratusan penelitian tentang meditasi ada hal yg menarik pada bahasan 4 hormon tubuh yg terlibat dalam kecerdasan intuitif dan kecerdasa spiritual. Hormon-hormon itu adalah:

Melatonin, Pinolin, Hormon 5-Meo-DMT, Dimethyltryptamin (DMT). Hormon-hormon tersebut sebagai berikut.

1. MELATONIN :
Melatonin dihasilkan oleh kelenjar pineal saat manusia berada dalam suasana gelap. Melatonin ini diproduksi pada298031_2498828870924_468912963_n malam hari, dan apa bila kita tidur dalam keadaan lampu padam maka akan membantu memperlancar peroduksi melatonin, sebaliknya jika orang yg tidur dengan lampu menyala, produksi melatonin tidak lancar yg mengakibatkan bangun keesokan harinya dalam keadaan tidak segar, produksi melatonin juga dapat dihasilkan melalui meditasi dengan menutup mata dan berada di ruang gelap.

Produksi melatonin maksimal dihasilkan hanya sampai antara 2-5 miligram per harinya, dan melatonin ini mengatur “ jam biologis “ manusia sehingga bisa bangun dan mengantuk pada waktunya, juga melatonin ini bermanfaat bagi perkembangan kesadaran spiritual.

2. PINOLIN :
Dalam penelitian dokter Mantak Chia dari Thailand, yg emperkenalkan system meditasi dalam kegelapan, setelah hari ke 3 meditasi, kadar melatonin meningkat antara 15-20 miligram dalam darah, sehingga kelenjar pineal berhenti mengekskresikan melatonin dan mulai memperoduksi pinolin yg bersifat superkonduktor serta meningkatkan replikasi sel-sel tubuh (mitosis) dan iterkalasi dengan molekul-molekul DNA. Dan pinolin ini pada umumnya dijumpai pada perempuan yg sedang mengandung, bermimpi, dan dalam pengalaman pra mati ( Near Death Experience atau NDE).

Pinolin inilah yg merangsang terjadinya clair-voyance atau peristiwa melihat dengan mata bathin dan kepekaan merasa. Tanpa pinolin dengan kadar yg tinggi jangan harap terjadinya gejala-gejala metafisis tersebut.

Orang yg memliki bakat alami akan kepekaan intuisi (penglihatan, pendengaran, dan rasa bathin) pastilah dalam tubuhnya secara alami mempunyai kadar hormon yg tinggi pinolin, karena pinolin berperan aktif dalam decoding DNA, yg memuat “memori kolektif“ dari nenek moyang seseorang, yg oleh sebab itu ia bisa menemukan informasi tersembunyi, yg disinyalkan oleh otak kanan dalam bentuk cahaya, suara, pengetahuan dan realisasi visual.

Boleh dikatakan pinolin memungkinkan terbukanya pintu menuju “alam kesadaran” (super kesadaran) sehingga manusia dapat mengakses informasi yg terkandung dalam alam, sehingga untuk membaca “jejak memori” yg menempel pada suatu HP atau benda lain yg dipakai bukanlah sesuatu yg tidak mustahil, karena partikel keringat dari seseorang atau hormone pheromone dari tangannya masih menempel di HP. Hal ini sesuai dengan hukum kekekalan zat sehingga benda-benda itu memuat sebagian memori dari si pemiliknya.

3. HORMON 5-MEO-DMT
Setelah bermeditasi selama 6-8 hari terus menerus, maka kelenjar pineal akan mulai memproduksi hormone 5-Meo-DMT, yg mana hormone ini bersifat luminescens (mendatangkan cahaya) dan fosforenscens (mengeluarkan cahaya) karena sejumlah fosfen (kilatan cahaya sewaktu kita menutup dan membuka mata) disalurkan ke korteks mata dan orang akan melihat sinar terang di kepalanya.

Dalam penelitian bersama yg dilakukan Eduard P.A Van Wijka (International Institute of Biophysics, Neuss, Jerman), J.Ackermanc (Universitas Utrecht, Belanda), Roeland Van Wijka (Cottage Hospital, Santa Barbara, California, USA) menunjukkan bahwa meditasi menghasilkan emisi foton ultra lemah (Ultra Weak Photon Emission) pada lengan dan dahi meditator yg di observasi.

Foton sendiri adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Seorang meditator akan mengeluarkan emisi foton pada tubuhnya, tetapi hanya dapat dilihat oleh mereka yg memiliki “mata ketiga” terutama pada anak-anak di bawah usia 7 tahun, karena kelenjar pinealnya masih berfungsi normal. Anak-anak itu akan menutup wajahnya dan mengatakan “sangat menyilaukan” seperti sinar matahari yg terik.

Hormon 5-Meo-DMT berinterkalasi dengan perantara RNA (ribonucleic acid), visualisasi dari orang-orang tersebut kemudian mampu melihat “visualisasi halo” atau mata ketiga, seperti memahami pikiran-pikiran pra bahasa (bahasa telepati) pada orang lain.
Oleh karenanya orang yg telah mencapai tingkat ini dapat mengetahui keadaan psikologi seseorang tanpa mengadakan interview.

3. HORMON 5-MEO-DMT
Setelah bermeditasi selama 6-8 hari terus menerus, maka kelenjar pineal akan mulai memproduksi hormone 5-Meo-DMT, yg mana hormone ini bersifat luminescens (mendatangkan cahaya) dan fosforenscens (mengeluarkan cahaya) karena sejumlah fosfen (kilatan cahaya sewaktu kita menutup dan membuka mata) disalurkan ke korteks mata dan orang akan melihat sinar terang di kepalanya.

Dalam penelitian bersama yg dilakukan Eduard P.A Van Wijka (International Institute of Biophysics, Neuss, Jerman), J.Ackermanc (Universitas Utrecht, Belanda), Roeland Van Wijka (Cottage Hospital, Santa Barbara, California, USA) menunjukkan bahwa meditasi menghasilkan emisi foton ultra lemah (Ultra Weak Photon Emission) pada lengan dan dahi meditator yg di observasi.

Foton sendiri adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Seorang meditator akan mengeluarkan emisi foton pada tubuhnya, tetapi hanya dapat dilihat oleh mereka yg memiliki “mata ketiga” terutama pada anak-anak di bawah usia 7 tahun, karena kelenjar pinealnya masih berfungsi normal. Anak-anak itu akan menutup wajahnya dan mengatakan “sangat menyilaukan” seperti sinar matahari yg terik.

Hormon 5-Meo-DMT berinterkalasi dengan perantara RNA (ribonucleic acid), visualisasi dari orang-orang tersebut kemudian mampu melihat “visualisasi halo” atau mata ketiga, seperti memahami pikiran-pikiran pra bahasa (bahasa telepati) pada orang lain.
Oleh karenanya orang yg telah mencapai tingkat ini dapat mengetahui keadaan psikologi seseorang tanpa mengadakan interview.

~

Cara meditasi di cakra mata ketiga mudah saja seperti yang sudah sy terangkan pd postingan, yaitu duduk dengan namastepunggung tegak. Bisa bersila, bisa juga di atas kursi.

Fokuskan kesadaran anda di titik antara kedua alis mata. Rasakan saja kesadaran anda berada di titik itu. Rasakannya dengan bola mata anda yg dipejamkan. Bisa juga setengah terpejam.

Bisa sambil dengar musik meditasi, bisa juga tidak. Bisa sambil baca mantera atau doa, bisa juga tidak. Bisa pakai mantera atau doa apa saja yg diulang-ulang tanpa suara.
Yg penting, fokus kesadaran anda tetap di titik itu. Lakukan rutin tiap hari, 30 menit di pagi hari, dan 30 menit di malam hari.

Jadi, tidak ada itu yg namanya “Pembukaan Mata Ketiga”, apalagi pake duit :p

~

selain 4 Hormon ada juga Biokimia yang dihasilkan dari Meditasi,,,

Neurotransmiter ::
Adalah pengirim pesan kimiawi di dalam system saraf, di samping itu juga dikenal dua jenis pengirim pesan kimiawi lainnya yaitu endorphin dan hormone.

Neurotransmiter tidak hanya terdapat di otak, namun terdapat juga di saraf tulang belakang, saraf perifer, dan beberapa di kelenjar (*makanya disarankan untuk duduk dal posisi tulang punggung tegak).

Melalui efek yg ditimbulkan pada jaringan saraf tertentu, zat ini dapat mempengaruhi suasana hati, ingatan, dan kesejahteraan.
Sifat dasar dari efek yg ditimbulkannya tergantung pada tingkat neurotransmitter, lokasinya, dan jenis reseptor yg diikatnya.

* Berikut ini ada beberapa Neurotransmiter yg sudah dikenal dan beberapa efeknya diketahui dalam mempengaruhi neuron.

Serotonin: berkaitan dengan tidur, nafsu makan, persepsi sensoris, pengaturan suhu, penahan rasa sakit dan suasana hati.

Dopamin: berkaitan dengan gerakan yg disengaja, belajar, ingatan, emosi, kenikmatan atau penghargaan, respon terhadap hal-hal yg baru.

Asetilkolin: berkaitan dengan aksi otot, fungsi kognitif, ingatan dan emosi.

Norepinefrin: berkaitan dengan detak jantung, menurunkan aktifitas usus ketika berada dalam kondisi stres, serta terlibat dalam aktifitas belajar, ingatan, mimpi, terjaga dan emosi.

GABA (Gamma Aminobutyric Acid): berfungsi sebagai neurotransmitter inhibitor (penghambat) utama dari otak.

Glutamat: berfungsi sebagai penggerak utama neurotransmitter di otak, glutamate dikeluarkan sekitar 90% oleh neuron otak.

Efek yg berbahaya bisa terjadi bila tingkatan neurotransmiter terlalu tinggi maupun rendah.
Tingkat serotonin dan dopamine yg rendah dihubungkan dengan timbulnya depresi berat dan gangguan mental lainnya. Tingkat GABA yg abnormal dapat menimbulkan gangguan penyakit Alzheimer, yaitu kehilangan sel-sel otak yg bertanggungjawab menghasilkan asetikolin dan neurotransmiter lainnya yg mengakibatkan kehilangan dopamine yg menyebabkan tremor dan kekakuan yg dijumpai dalam penyakit Parkinson.

Pada diri seorang meditator (praktisi meditasi), kadar asetilkholin dalam darahnya akan konstan, hal ini akan diikuti oleh proses pengereman aktivitas serabut otak bawah sadar (hypothalamus) sehingga produksi kathekolamin (adrenalin dan non adrenalin) menurun., dan juga pacuan yg terjadi pada saraf simpatis juga akan direm.

Berkurangnya kathekolamin dalam darah memberikan reaksi pada meditator menjadi lebih tenang, denyut jantung menjadi lebih lambat, dan tekanan darah menjadi lebih stabil.

Jika suatu meditasi berhasil maka enzim oksidase monoamine yg mengatur keseimbangan akan aktif sehingga kenaikan kadar kathekolamin darah dapat segera diatasi.

Juga sudah diketahui bahwa insulin dapat menetralkan efek adrenalin, jika insulin menjadi dominan maka kadar gula darah akan stabil, dan di samping itu juga insulin dapat mencegah adanya timbunan lipid (kolesterol) dan kerusakan protein.

Bagi para meditator, pengaruh insulin juga akan dominan. Dengan demikian, meditasi akan dapat mencegah terjadinya diabetes melitus, penyakit jantung serta penyakit pembuluh darah (hipertensi).

Dari aspek psikis, aktivasi theta penstimulus otak melalui praktek meditasi, dan olah pernapasan terbukti ampuh mencegah dan mengatasi dua jenis stres sekaligus.

Pertama stress akut/mendadak yg diakibatkan gangguan hidup sehari hari, kedua stress kronis yg diakibatkan peristiwa masa lalu, seperti rasa dendam yg mendalam dan penyesalan yg belum terungkap.
Jika terdapat rangsangan yg dapat menimbulkan stress, maka neurotransmiter yg ada di otak akan bekerja menghambat atau memutuskan rangsangan penyebab stress sehingga rangsangan yg sampai di otak bawah sadar menjadi kecil atau bahkan dihilangkan.

Di samping itu otak juga menghasilkan substansi kimiawi yg bekerja identik dengan valium atau obat penenang yaitu asam isobutirat.

Pada meditator proses tersebut dapat terjadi dengan intensitas yg lebih besar dari orang yg tidak bermeditasi. Akibatnya, meditator dapat mencegah sejak dini stres yg terjadi pada dirinya.

Di saraf tepi, bekerja substansi kimia hasil meditasi yg identik dengan “beta-blocker“ (pengurangan hormone stres), yg memblokir simpul-simpul saraf simpatis.

Dari adanya proses di saraf pusat, saraf tepi, dan perubahan kimiawi di dalam darah inilah muncul kesimpulan mengapa meditasi diyakini mampu menjaga kesehatan dan mengatasi stres.

Endorphin (Narkotika Alami) ::
Jika kita telah didiagnosa dan mendapat resep obat penenang seperti Prozac, Paxil, Zoloft, atau Xanax maka disarankan untuk berhati-hati di dalam pemakaiannya, dan apabila masih dapat kita hentikan sebaiknya kita hentikan saja karena bahan kimia tersebut dapat mempengaruhi keadaan pikiran kita, sementara keadaan pikiran juga dapat mempengaruhi kondisi kimiawi saraf kita, karena semuanya itu pasti akan terjadi adalah ketidak seimbangan kimiawi sementara, bahkan mungkin menciptakan masalah mental atau fisik yg tidak terduga.

Meditasi sebenarnya merupakan cara yg paling aman untuk menyembuhkan ketidak-seimbangan kimiawi tubuh pada kasus-kasus depresi.

Peneliti dari Skotlandia bernama John Hughes dan Hans Kosterlitz, menemukan bahwa hormon Endorfin terdiri dari tiga yaitu alfa, beta dan gamma.

381582_2657306552767_1000694287_nHormon Endorphin beta dinyatakan sebagai zat penyembuh efektif di dalam tubuh. Zat ini dapat menciptakan kekebalan tubuh, mencegah bahkan membunuh sel-sel kanker, menjaga keseimbangan kadar gula darah, menjaga kesetabilan tekanan darah, menghilangkan Anxietas (cemas, panic, paranoid), menghilangkan rasa sakit, mengurangi berat badan, meredam masalah psikis, seperti marah, benci dan sebagainya, yg akhirnya menimbulkan aura positif di dalam diri.

Endorphin adalah bahan kimia alami yg dihasilkan otak pada saat kita sedang melakukan olahraga, dan dapat membuat kita bersemangat.

Endorphin dapat juga dihasilkan ketika kondisi gelombang otak berada pada gelombang alfa/theta, dan juga dapat meningkatkan kemampuan belajar dan daya ingat.

Para ilmuawan percaya bahwa bagian otak yg menghasilkan endorphin berada pada bagian area yg sama yg terlibat dalam proses belajar dan mengingat.

Dengan kata lain proses belajar dan mengingat akan lebih mudah dilakukan apabila terdapat cukup banyak endorphin dalam otak kita, ini bisa diperoleh apabila kondisi otak kita berada pada gelombang alfa/teta.

Keuntungan lainnya bila kita fokus pada konfigurasi gelombang otak alfa/theta ini, kita lebih mudah mengubah citra diri dari mental negatif menjadi mental positif.

Selain itu semua, alfa/teta juga sangat baik untuk relaksasi, ketika kita relaks secara mental, seluruh badan kita juga relaks, hal ini menigkatkan volume darah dan oksigen ke otak, yg menyebabkan diri kita lebih peka dan perhatian.

Endorphin memiliki efek yg serupa dengan narkotika alami, yaitu mengurangi rasa sakit dan meningkatkan rasa gembira, juga memainkan peran dalam meningkatkan nafsu makan, aktivitas seksual, tekanan darah, suasana hati, belajar dan ingatan.

Begitu juga dapat kita lihat hubungan endorphin dengan kenikmatan yg dialami ketika menjalin kontak sosial.

Penelitian memperlihatakan bahwa kontak antara bayi dengan ibunya dapat merangsang endorphin bayi, yg selanjutnyaskelet02 dapat memperkuat ikatan antara si ibu dengan bayinya, juga dapat terjadi pada tahap awal cinta yg penuh gairah antara orang dewasa, yg menjelaskan perasaan melambung (euphoria) dari seorang yg sedang jatuh cinta.

Praktik meditasi dan olah pernapasan terbukti sangat berperan bagi kesehatan karena memberikan sangat banyak manfaat.

Meditasi yang dilakukan sekitar 30 menit di pagi hari antara jam 6-14 siang dan 30 menit di sore hari antara jam 18-02 pagi akan memberikan kita kedamaian dari dalam, mengurangi resiko penyakit, dan bahkan bisa menambah beberapa tahun kehidupan kita (karena sel terus meregenerasi), salah satu akibat kematian adalah karena sel berheti me-regenerasi (pikun end then DIE).

rutinitas melatih teknik meditasi akan menghasilkan konsentrasi kesadaran yg semakin intens, atau kemampuan untuk menguasai fokus mental dengan jernih di setiap saat serta dapat menunda roses
penuaan.

Karena para ilmuawan saat ini telah menganggap panjangnya telomere sebagai penanda umur sel semakin pendek (telomere).

Hal ini berarti sel dan seluruh organisme di dalam tubuh semakin tua dan semakin kelelahan, di bawah tekanan atau kegelisahan, tubuh kita lebih banyak melepaskan hormon pemicu stres seperti kortisol dan kathekolamin.

Pemotongan pada hormon ini berkaitan dengan pemendekan telomere, yg menandai penuaan secara fisik.

ada beberapa referensi dari penyait2 yang bisa disembuhkan dalam laku meditasi, tapi ada baiknya anda sendiri yang merasakannya dari kesembuhan penyakit yang anda derita. Dan silahkan sharing kan di grup HMI ini setelah anda merasakan sendiri manfaat dari Meditasi.

~
brain_wavesempat kategori gelombang otak dalam melakukan kegiatan meditasi:

Satu, Gelombang Beta (14-100Hz). Keadaan :
Kognitif, analitis, logika, otak kiri, konsentrasi, pemilahan, prasangka, pikiran sadar, aktif, cemas, waswas, khawatir, stres, fight or disease (kondisi abnormal yg mempengaruhi kondisi organism tubuh, seperti penyakit autoimun), cortisol, neropinephrine.

Keterangan:
Dalam frekuensi ini, seseorang dalam kondisi terjaga atau sadar penuh dan didominasi oleh logika. Saat seseorang berada di gelombang ini, otak (kiri) sedang aktif digunakan untuk berpikir, kosentrasi dan sebagainya sehingga gelombang meninggi. Gelombang tinggi ini merangsang otak mengeluarkan hormon kortisol dan norefinefrin yg menyebabkan cemas, khawatir, marah dan stres. Akibat buruknya, beberapa gangguan penyakit mudah datang kalau kita terlalu aktif di gelombang ini.

Dua, Gelombang Alfa ( 8-13,9 Hz). Keadaan:
Khusyuk, relaksasi, meditatif, focus-alertness, superlearning, akses nurani bawah sadar, ikhlas, nyaman, tenang, santai, istirahat, puas, segar, bahagia, endorphine, serotonin.

Keterangan:
Inilah ketenangan yg kita cari. Orang yg sedang relaks, melamun, atau berkhayal gelombang otaknya berbeda dalam frekuensi ini. Kondisi ini merupakan pintu masuk atau akses ke perasaan bawah sadar sehingga otak akan bekerja lebih optimal. Tanpa gelombang otak ini, jangan bermimpi bisa masuk ke perasaan bawah sadar.

Pada anak balita, gelombang otaknya selalu dalam keadaan alfa. Itu sebabnya mereka mampu menyerap informasi secara cepat.
Dalam kondisi ini, otak memproduksi hormon serotonin dan endorphin yg menyebabkan seseorang merasakan rasa nyaman, tenang, bahagia. Hormon ini membuat imunitas tubuh meningkat, pembuluh darah terbuka lebar, detak jantung menjadi stabil, dan kapasitas indra kita meningkat.

Tiga, Gelombang Teta ( 4-7,9Hz). Keadaan: Sangat Khusyuk, deep-meditation, problem-solving, mimpi, intuisi, nurani, bawah sadar, ikhlas, kreatif, integratif, hening, imajinatif, catecholamines, AVP (orginie vasopressin).

Keterangan: Pancaran frekuensi ini menunjukkan seseorang sedang dalam kondisi mimpi. Dalam kondisi ini pikiran menjadi sangat kreatif dan inspiratif.

Seseorang yg berada dalam gelombang ini berada dalam kondisi khusyuk, relaks yang dalam, ikhlas, pikiran sangat hening, indera keenam atau intuisi muncul.
Itu semua terjadi karena otak mengeluarkan hormon melatonin, catecholamine dan AVP (arginine-vasopressin).

Empat, Gelombang Delta (0,1-3,9Hz). Keadaan: Tidur lelap (tanpa mimpi), non-physical state, nurani bawah sadar kolektif, tidak ada pikiran dan perasaan, cellular regeneration, HGH (Human Growt Hormone).

Keterangan:
Frekuensi terendah ini memancar saat seseorang tertidur pulas tanpa mimpi, tidak sadar, tidak bisa merasakan badan, tidak berfikir.

Pada gelombang ini, otak mengeluarkan HGH (Human Growth Hormone) atau hormon pertumbuhan yg bisa membuat orang awet muda.

Jika seseorang tidur dalam keadaan delta yg stabil, kualitas tidurnya sangat tinggi. Meskipun hanya beberapa menit tertidur, ia akan bangun dengan tubuh tetap merasa segar.

MEDITASI Mata Ketiga, yg secara keseluruhannya meditasi itu membangun tubuh, jiwa dan rohani kita bahkan bisa memberikan kesehatan dan terhidar dari stres dan menambah panjang umur kehidupan kita. Semoga meditasi rutin bisa kita lakukan dengan benar dengan tujuan yg benar dan bukan mencari klenik.

***

Ketenangan PIKIRan akan membawa keSEHATan RAGA dan keBAHAGIAan pada JIWA.

smoga postingan ini menambah keTERANGan mengenai MEDITASI anda dari sumber atau sudut pandang empiris.

Smoga sharing postingan di blog obat Awet Muda ini menjadi semangat baru, harapan baru, serta do’a-do’a baru yang bisa terwujud demi kebaikan dalam kehidupan ini kedepannya di tahun 2013.

Tetap semangat
and don’t forget keep smile 🙂

*mudahan tungung padang ruhui rahayu
(semoga “Tuhan” memberi kehidupan yang langgeng, sejahtera dan harmonis bagi kita semua)

_/\_
Namaste

::
SUMBER SADURAN: Cambell (2001) dalam bukunya Efek Mozart; Stenberg dan Salovery (1997);
Daniel Goleman (1995) dalam bukunya Emotional Intelligences (EQ); Siegel (1999) Ahli pengembangan
otak; Glen (1992) pengamat music; Weisskoff (1981) pengamat music; Bailey (1980) pengamat music;
Gardner (1983); James N,Parker, MD & Philip M.Parker, PHD. Medical Dictionary Bibliography &
Annoted Research Guide.1960; Holmes, J., Psychoterapy 2000: Some Predictions for the coming Decade,
British Journal of Psychiatry, 1991; Ekman, P., Davidason, R.J. & Friesen, W.V., The Duchenne Smile
Emotional Expression and Brain Physiology II, Jurnal of Personality & Social Psychology, 1990;
Blows,M.(Ed), Towards the Whole Person: Integrating Eastern & Western Approaches to Body Mind
Skills, Proceedings of the workshop, The Transnational Network for the Study of Physical, Psychological
& Spiritual Wellbeing, Kenthust NSW: Linking Publications, 1993; Bankart, C.P., Koshikawa, F.,
Nedate, K. & Haruki, Y., When West meet East: Contribution of Eastern Traditions to the Future of
Psychoterapy. Psychophysiology, 1992 ; etc… etc… 🙂

Published in: on 31 Desember 2012 at 10:50 am  Comments (22)  

keSADARan Universal

lalakon anu baris ngarobah HIRUP jeung kaHIRUPan

Video

Published in: on 1 Mei 2012 at 8:33 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Dialog tentang Meditasi Hari ke-2

”diri”

Siapakah yang disebut diri itu?
Dalam Kristen ada yang disebut jiwa, dalam Buddha tidak ada entitas yang disebut diri (anatta), dalam Hindu ada atman.

Mari kita menyelami apa yang disebut diri itu tanpa latar- belakang teori manapun, entah Kristen, Hindu, atau Buddha atau yang lain. Lihatlah mobil di jalan raya. Apa yang disebut mobil itu? Apakah rodanya, setirnya, tempat duduknya, mesinnya? Bukankah mobil itu adalah semua itu? Bukankah mobil itu tidak lain sekedar nama dari kumpulan semua unsur-unsur itu, sehingga sebenarnya mobil itu sendiri secara ontologis tidak ada? Begitu pula dengan apa yang disebut diri individual. Tidak ada diri tanpa kesadaran dengan seluruh isinya yang adalah ingatan, pikiran, perasaan, keinginan, kehendak, dst. Kalau Anda berpikir, Anda ada; kalau Anda tidak berpikir Anda tidak ada.

Diri-individual secara ontologis sebenarnya tidak ada. Ketika orang merasa memiliki entitas yang disebut diri-individual, maka rasa-diri itu sesung- guhnya merupakan ilusi yang diciptakan oleh pikiran. Ketika pikiran tidak ada, rasa-diri itupun tidak ada. Bisakah Anda mengalami langsung kebenaran itu, bukan memahami sebagai teori?

”indra”

Kita memiliki enam indra: penglihatan, pendengaran, pencecapan, pembauan, perabaan dan kesadaran- pikiran. Saat saya duduk, keenam indra ini serentak terbuka dan seolah saya melihat TV dengan 6 program berbeda yang nyata. Bukankah diri dengan keenam indra ini begitu nyata?


Dalam kesadaran sehari-hari kebanyakan orang, inilah yang terjadi: ada si aku yang melihat, si aku yang mendengar, si aku yang mencecap, si aku yang membaui, si aku yang meraba, si aku yang berpikir. Selama masih ada si aku dalam melihat, mendengar, mencecap, dst, maka di situ ada penderitaan. Yang kita lihat sebenarnya bukan satu TV dengan 6 program yang berbeda, tetapi 6 TV dengan satu program yang sama. Program itu adalah diri/ego/pikiran.

Selama ada si aku dalam melihat, mendengar, dst, maka kita terprogram untuk menderita. Diri ini seperti mesin atau robot, bertindak mekanis. Kita menderita kalau tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita merasa merasa bahagia kalau mendapatkan apa yang kita inginkan. Apakah ada kebahagiaan yang muncul dari keinginan? Keinginan adalah akar dari penderitaan. Maka kebahagiaan yang bersumber dari keinginan adalah juga penderitaan.

Proses-proses diri yang adalah program penderitaan ini perlu kita pahami. Tidak cukup kita mengubah isi program, dari program yang jelek ke program yang baik. Dengan mengubah isi program, kita hanya mengganti keterkondisian yang lain dan kita tidak keluar dari program yang sama yang adalah diri/ego/pikiran itu sendiri. Di sini tidak diperlukan daya-upaya untuk mengubah program atau memperbaiki isi program. Yang kita lakukan hanyalah sadar dari saat ke saat dan setiap kali membiarkan program ini berakhir. Kalau diri ini berakhir, maka kita tahu diri ini ternyata hanya ilusi.

Kita tidak pernah tahu apa sesungguhnya diri itu sebelum kita mengalami berakhirnya diri meskipun hanya sekian detik. Kalau Anda tidur terus dan tidak pernah bangun, Anda tidak tahu apa artinya tidur. Tapi begitu bangun, Anda tahu apa artinya tidur. Batin yang tidur tidak melihat yang nyata itu sebagai yang tidak- nyata, tidak melihat kebahagiaan dari keinginan sebagai penderitaan. Maka batin perlu bangun untuk bisa melihat segala sesuatu sebagai apa adanya.

”mengubah realitas di luar diri”

Ada banyak masalah di lingkungan kerja dan keluarga. Saya sering merasa terganggu karenanya. Bagaimana saya bisa mengubah keadaan yang menurut saya salah, tidak ideal dan harus diubah?


Anda tidak akan bisa membuat perubahan mendasar di lingkungan kerja dan keluarga Anda sebelum Anda sendiri berubah secara mendasar. Kalau Anda berubah, Anda akan tahu bagaimana Anda bertindak benar untuk mengubah lingkungan Anda. Maka pertama-tama pahamilah siapa diri Anda, siapa diri Anda yang terganggu oleh masalah-masalah itu? Sungguhkah masalah-masalah itu mengganggu Anda atau reaksi batin Anda atas masalah-masalah itulah yang membuat Anda menderita? Sadarilah reaksi-reaksi batin Anda setiap kali masalah-masalah muncul dalam kesadaran Anda. Kalau Anda memahami dan merespons masalah-masalah Anda tanpa reaksi-reaksi batin, yang adalah kelekatan-kelekatan Anda pada ide, impian, harapan, ketakutan Anda, maka Anda bebas. Masalah-masalah itu tetap ada tetapi tidak lagi mengganggu Anda. Dalam kebebasan seperti ini, muncul tindakan benar tentang apa yang mutlak dilakukan. Masalah-masalah teknis-praktis musti diselesaikan juga secara teknis-praktis. Tetapi cara merespons terhadap masalahnya sekarang berbeda. Anda menyelesaikan masalah-masalah teknis- praktis itu tanpa beban batin, tanpa rasa takut, tanpa ambisi, tanpa kemarahan yang tidak perlu.

“masalah di luar dan di dalam”

Saya belakangan ini senang dengan meditasi, retret, dan kegiatan-kegiatan sosial padahal saya sendiri memiliki banyak masalah di luar yang perlu dipecahkan. Selain itu anak dan istri juga memiliki masalah dan perlu dibantu untuk berubah. Dengan retret dan meditasi saya bisa menolong diri saya, tapi saya merasa tidak bisa menolong istri dan anak saya. Apakah saya egois?


Apa yang ada di luar sesungguhnya tidak berbeda dari apa yang ada di dalam. Persoalan anak, istri dan masalah-masalah di luar adalah juga masalah Anda. Batin anak dan istri mirip dengan batin Anda. Maka kalau Anda ingin membantu anak dan istri berubah, pertama-tama pahamilah batin Anda lebih dulu. Pahamilah diri Anda dalam relasi-relasi dengan mereka dan persoalan-persoalan lain. Kalau Anda memahami batin Anda, maka Anda akan mampu memahami batin anak dan istri Anda.

Apa yang Anda lakukan dengan retret dan meditasi bukanlah tindakan untuk mementingkan diri sendiri (egois). Anda adalah anak dan istri Anda. Anda adalah pekerjaan-pekerjaan Anda. Anda adalah masalah-masalah yang ingin Anda pecahkan. Bukankah meditasi membantu Anda mengenal dan memahami lebih baik siapa diri Anda dalam relasi-relasi dengan itu semua? Jadi meditasi tidak menjauhkan Anda dari persoalan-persoalan di luar Anda dan tidak membuat Anda sibuk dengan urusan kepentingan diri, kesenangan diri atau kepuasan diri. Justru sebaliknya, meditasi membantu Anda untuk memahami masalahnya. Tidak ada masalah di luar atau di dalam, masalah mereka atau masalahku. Yang ada hanya masalah. Dengan memahami masalahnya secara benar, Anda keluar dari penjara masalah. Kejernihan melihat masalah ini membuat Anda berelasi benar dengan anak dan istri, mampu membantu mereka mereka berubah dengan memahami diri mereka sendiri. Jadilah cermin. Kalau batin Anda jernih, maka anak dan istri Anda barangkali akan terbantu melihat batin mereka sendiri lewat cermin batin Anda. Kejernihan melihat masalah juga membuat Anda bertindak benar, tidak takut mengatakan apa yang salah sebagai salah, yang benar sebagai benar.

“sukacita”

Saya tiba-tiba merasa bahagia, berbunga-bunga. Meskipun tidak mengenal satu-dengan yang lain, rasanya merasa dekat dan bahagia. Rasanya dekat dengan alam semesta di sekitar ini. Saya terdorong untuk tersenyum terus. Saya tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Apakah ini halusinasi?

Ada sukacita dengan sebab tertentu, ada sukacita tanpa sebab. Sukacita dengan sebab misalnya kita bahagia mendapatkan apa yang kita inginkan atau kita mengalami suasana nyaman yang sudah lama kita rindukan secara tidak sadar. Sukacita tanpa sebab adalah rasa bahagia tanpa ada hubungan dengan faktor-faktor tertentu dari luar maupun dari dalam batin. Anda tidak perlu menganalisa apakah sukacita Anda bersebab atau tidak bersebab. Tetapi amati saja seluruh gerak perasaan sukacita itu tanpa menilai apakah ini nyata atau tipuan, halusinasi atau bukan. Perasaan sukacita seperti perasaan- perasaan yang lain muncul dan lenyap. Kalau itu muncul kembali, sadarilah tanpa menamai “itu sukacita”. Sadari pula si aku yang suka melekat pada pengalaman sukacita. Kalau muncul gerak batin yang ingin melekat, sadarilah itu saat kemuncullannya.

_/\_

Published in: on 11 Februari 2012 at 7:38 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Dialog tentang Meditasi Hari ke-1


“pengosongan pikiran”

Apa itu meditasi?
Apakah meditasi itu adalah mengosongkan pikiran?

Apakah Anda bisa mengosongkan pikiran? Tidak bisa bukan?
Siapa atau apa sesungguhnya yang berkeinginan untuk mengosongkan pikiran? Bukankah keinginan untuk mengosongkan pikiran juga datang dari pikiran?
Bagaimana mungkin pikiran bisa dikosongkan oleh pikiran?
Jadi Anda tidak bisa mengosongkan pikiran. Melainkan setiap gerak pikiran perlu dipahami, perlu disadari, perlu diamati terus menerus dari saat ke saat.
Pikiran yang disadari terus-menerus ketika ia muncul akan berhenti dengan sendirinya, bukan dipaksa berhenti.

“pemikir dan pikiran”

Siapakah yang mengamati pikiran?
Bukankah ada “si aku” yang mengamati pikiran?

Siapakah “si aku” itu? Kalau ada kesadaran pasif, pengamatan pasif, perhatian pasif terhadap suatu objek, maka si aku tidak ada. Yang ada hanya pengamatan saja, tidak ada “si aku” yang mengamati. Kalau Anda mengamati suatu objek, kemudian pikiran/si pemikir mulai menamai, menilai, menyenangi atau membenci, maka si aku sudah menyusup dalam pengamatan Anda. Objek yang diamati dengan subjek yang mengamati tidak berbeda. Diri yang mengamati dan yang diamati tidaklah berbeda.

Cobalah amati kapan si aku itu menyusup dalam pengamatan Anda. Lihatlah kapan si aku muncul dan membuat jarak dari objek yang diamati. Ketika terjadi jarak objek-subjek, muncul dualitas, di situ konflik terlahir. Bisakah terjadi pengamatan pasif terhadap suatu objek tanpa intervensi pikiran atau si aku? Kalaupun muncul pikiran atau si aku, sadari saja geraknya sampai ia berhenti dengan sendirinya.

“konsentrasi”

Apakah meditasi itu adalah berkonsentrasi pada objek tertentu?

Kebanyakan meditasi adalah konsentratif. Artinya, memusatkan pada objek tertentu terus-menerus.
Objek itu bisa berupa nafas, objek pendengaran, rasa-perasaan tubuh, mantra, katakata suci, dst.
Apa yang sesungguhnya terjadi ketika Anda berkonsentrasi?
Anda ingin batin Anda hening. Ketika mulai duduk, pikiran Anda datang silih berganti. Lalu Anda mengambil suatu focus sebagai objek perhatian Anda terus-menerus. Pikiran-pikiran yang tadinya berdatangan sekarang tidak lagi mengganggu Anda. Tetapi dengan mengambil objek tertentu sebagai focus, bukankah Anda telah mengekslusi pikiran-pikiran lain yang datang dan Anda tidak memahaminya?

Ketika konsentrasi Anda berakhir, bukankah pikiran-pikiran itu kembali datang dan membuat Anda terganggu?
Kalau kita ingin memahami diri dalam meditasi, maka semua teknik meditasi konsentratif tidak akan banyak membantu.

“meditasi non-konsentratif”

Apa yang kita lakukan dalam meditasi non-konsentratif?

Meditasi non-kensentratif ini merupakan praktek keelingan atau kesadaran-pasif (aware-ness) atau perhatian-penuh (mind- fulness) yang ditujukan pada seluruh proses diri individual rasa- tubuh (sensations), perasaan (emotions), pikiran (thought), penalaran (reasoning), ingatan (memory), keinginan (desire), niat atau kehendak (intention), dst pada saat berbagai hal itu muncul dalam kesadaran.

Kalau ada keelingan atau kesadaran-pasif dari saat ke saat secara berkesinambungan tentang seluruh proses ego atau diri ini, maka ego atau diri berakhir. Kesadaran sehari-hari yang digerakkan oleh mekanisme pikiran dan emosi berhenti. Ketika kesadaran sehari-hari ini berhenti, muncul sesuatu yang lain yang tidak bisa ditangkap oleh kesadaran sehari-hari. Pengalaman akan sesuatu ini beragam. Ada yang disebut pemurnian (purifikasi), penerangan atau pencerahan (iluminasi atau enlightenment), unifikasi (unification), pembebasan (liberation), dst.

”bahaya meditasi”

Apakah meditasi itu memiliki bahaya misalnya batin menjadi kacau, halusinasi, kesurupan?

Pada garis besarnya, meditasi memiliki dua tujuan yang berdampak untuk memperkuat ego atau untuk memperlemah ego. Meditasi yang berdampak memperkuat ego misalnya meditasi untuk penyembuhan, untuk pertahanan diri, untuk menerawang pikiran orang lain, untuk melihat makhluk-makhluk halus, dst. Meditasi untuk mencari tujuan yang tampaknya ”innnocent” seperti ”ketenangan”, ”keheningan”, ”menyatu dengan alam semesta”, ”menyatu dengan Tuhan”, dst termasuk dalam kelompok ini.

Meditasi yang dampaknya memperkuat ego ini memiliki teknik-teknik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Guru atau pembimbing diperlukan sebab tanpa seorang guru atau pembimbing pemeditasi bisa mengalami bahaya depresi, bingung, kacau, halusinasi, dst.

Meditasi yang dampaknya melemahkan ego tidak membutuhkan kehadiran guru atau pembimbing terus-menerus. Tidak ada teknik atau metode tertentu karena tidak ada tujuan lain yang ingin dicapai selain sadar-sepenuhnya dari saat ke saat. Meditasi ini tidak memiliki bahaya apapun kalau dilakukan secara benar.

Banyak orang tidak paham apa itu meditasi sehingga banyak yang memegang anggapan salah. Mereka pikir orang bisa kemasukan roh atau kesurupan. Pandangan salah tentang meditasi membuat orang takut. Ketakutan yang paling besar adalah menghadapi dirinya sendiri dan membiarkan diri sendiri lenyap. Sesungguhnya memahami diri sendiri dari saat ke saat secara terus-menerus dan membiarkan diri lenyap adalah pembebasan. Banyak orang ingin bebas tetapi kenyataannya tidak sungguh-sungguh mau bebas. Banyak orang ingin berubah, tetapi tidak sungguh-sungguh mau berubah. Yang dicari hanya hiburan atau sedikit kelegaan, tapi bukan pembebasan atau perubahan fundamental.

”teknik dan tujuan meditasi”

Bukankah tujuan- tujuan meditasi seperti pemurnian, pencerahan, pembebasan, kesatuan dengan Tuhan itu baik adanya? Mengapa tujuan seperti itu tidak dijadikan orientasi kesadaran dalam meditasi non- kensentrasi?

Boleh saja Anda memiliki tujuan luhur untuk mendapatkan pemurnian hati atau pencerahan jiwa misalnya. Itulah sebabnya Anda datang untuk berlatih meditasi bukan? Tetapi dalam meditasi non-konsentratif, semua itu tidak dijadikan tujuan formal kesadaran. Pemeditasi tidak merenung-renung, tidak berefleksi tentang hal-hal tersebut, tidak ingin mencapainya lewat teknik atau metode tertentu. Kalau kita mengikuti teknik atau metode, maka ada tujuan yang dikejar secara sadar. Meditasi dengan teknik untuk mengejar tujuan tertentu tidak membawa kita ke mana-mana. Ego atau diri tetap ada di situ. Kita tidak keluar dari penjara ego atau diri. Barangkali semua meditasi dengan teknik atau metode tertentu bisa membuat ego atau diri
”waras”, tetapi tidak membuatnya ”mati”. Tidak ada teknik atau metode dalam meditasi non-konsentrasi ini. Yang kita lakukan hanya eling atau sadar terus-menerus dalam waktu yang lama tentang proses-proses diri ini hingga diri ini ”pudar”, ”berakhir”
atau ”mati” dengan sendirinya.

_/\_

Published in: on 9 Februari 2012 at 5:45 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

Apa & Siapa ?

Tuhan?
Energi kosmik?
Alam semesta?

Banyak orang berdebat tentang apakah ada Tuhan?, atau apakah Tuhan itu?. Apakah Tuhan adalah sosok pribadi, yang “duduk dissebuah singgasana” mendengarkan dan memberikan permintaan kita?, ataukah Tuhan adalah semua energi yang ada di seluruh alam semesta?

Di KITAB-KITAB mengatakan Tuhan adalah INTI dari segala ROH/RUH. Ia juga mengatakan bahwa roh, yang diberikan oleh Tuhan, adalah apa yang memberikan manusia untuk kelangsungan HIDUP menuju pada keSEMPURNAan keHIDUPannya.

CAHAYA/pemahaman/ILMU/pengeTAHUan,,,, Dan akhirnya, ia mengatakan bahwa Tuhan adalah Cahaya Penting untuk memahami bahwa manusia kuno menggambarkan Tuhan dengan kosa kata kuno dan sekumpulan gagasan kuno, tetapi KITA BISA MEMBERI NAFAS YANG BARU PADA AYAT-AYAT DALAM KITAB-KITAB dengan BENAR-BENAR MEMAHAMI APA YANG DIKATAKAN.

Apakah itu cahaya?,,, Cahaya adalah energi.
Ketika seseorang MATI OTAKnya, tidak ada register aktivitas listrik pada tes EEG.
Mengapa? Karena ROHnya, yang merupakan pembawa HIDUP kepada tubuh dan pemahaman terhadap PIKIRan, adalah energi listrik,,, dan ketika roh meninggalkan tubuh, tubuh MATI karena energi yang mendukung tubuh tidak lagi hadir.

Tuhan adalah cahaya itu sendiri, jadi “dia” adalah energi, dan kita adalah makhluk spiritual (yang mempunyai spirit/roh). Maka Tuhan, dan cahaya, dan energi, dan esensinya masing-masing dari kita sebagai makhluk roh, adalah semua sama (mahluk spiritual). Kita semua terbuat dari esensi fisik dan rohani yang sama, energi.

Segala sesuatu yang ada di alam semesta terdiri dari energi. Setiap Atom memiliki elektron, partikel sub-atom yang mengandung muatan listrik , yang mengorbit di sekitar inti atom. Setiap atom memiliki energi.

Benar, beberapa atom memiliki energi LEBIH dari yang lain, beberapa memiliki elektron yang mengorbit disekitar inti mereka lebih dari yang lain, dan beberapa bergerak lebih cepat daripada yang lain.
Energi pada sepotong kayu bergerak sangat lambat dibandingkan dengan energi yang berada dalam panci berisi air mendidih, namun keduanya mengandung energi yang sama.
Ada sebuah hukum ilmiah yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dihancurkan, hanya berubah bentuk (kekekalan energi). Untuk lebih tepatnya, “ia” menyatakan bahwa dalam sistem tertutup (alam semesta kita, untuk tujuan diskusi kita) energi dilestarikan. Dengan kata lain, semua energi yang pernah ada, yang hadir di AWAL, masih tetap ADA.

Tuhan yang adalah semua energy (meliputi zat/dzat sebuah benda), yang pada awalnya mengambil dari energiNya sendiri untuk membuat segala sesuatu yang ada. Para peneliti Alkitab telah membuat banyak bahasa asli dari Kitab-kitab mengatakan bahwa kata “menciptakan” berarti “ex nihilo” atau “dari ketiadaan”.

Dengan kata lain, Tuhan membuat segala sesuatu dari ketiadaan,,, seperti ADAM (arab: TIDAK ADA), diCIPTAkan/diJADIkan menjadi ADA (sifat TUHAN=WUJUD).

ADAM = bukti keberADAan WUJUD TUHAN, diciptakan pendamping yaitu HAWA (Udara/O2) untuk kelangsungan HIDUPnya.

*** lanjuuutttt,,,,

Kita harus memahami bahwa penulis kitab telah menggunakan kosakata sendiri dan pengetahuan mereka yang terbatas untuk menjelaskan apa yang mereka pikir mereka lihat atau “diberi tahu”. Kenyataan bahwa alam semesta mungkin telah “muncul” entah dari mana tidak berarti bahwa ia diciptakan dari ketiadaan.

Banyak bentuk energi yang tidak dapat dilihat oleh kita. Karena “Tuhan” adalah energi, dan kita tahu bahwa segala sesuatu yang ada terbuat dari energi, dan ingat bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, kita “melihat” bahwa Tuhan telah mengambil dari “kolam “energi yang sudah ada, yang Ia menciptakan segala sesuatu yang ada. Oleh karena itu, tidak hanya merupakan atom dan molekul dan partikel sub-atom dalam rumput yang dibuat oleh Tuhan, mereka adalah bagian dari Tuhan itu sendiri. Tuhan mengambil energiNya, dan mengubah penampilannya menjadi beberapa sehingga terlihat menjadi bagian berbeda.

Tapi ini masih bagian dari Dia, seperti jantung kita, dan jantung kita adalah bagian dari diri kita. Jadi setiap rumput, setiap hujan, setiap binatang, setiap manusia, setiap mikroorganisme biologi, setiap molekul kayu yang membentuk kursi yang Anda duduki adalah TUHAN. Tidak hanya bagian dari Tuhan, tapi adalah Tuhan.

SEGALA SESUATU adalah SUCI, karena semuanya terbuat dari energi yang adalah Tuhan. Ini akan menghapus garis pemisah antara yang sekuler dan sakral.

Bagaimana bisa mengatakan seperti itu?,,,
kita mungkin berpikir bahwa untuk mengatakan semuanya adalah BAGIAN Tuhan agak bisa dimengerti, tapi untuk mengatakan bahwa segala sesuatu ADALAH TUHAN,,,
Hmm,,, bagaimana bisa?

Setiap partikel terdiri dari materi dan energi yang beresonansi pada frekuensi tertentu, dan bahwa setiap partikel tunggal saling terhubung dan merespon setiap partikel lainnya melalui frekuensi tersebut. Semua terhubung, bagian dari keseluruhan yang sama dan bagian dari sistem komunikasi yang saling terhubung. Coba kita memasukkannya ke dalam istilah dunia yang lebih konkrit.

Sebuah sel, atau molekul, atau atom pada satu sisi, misalnya di Amerika Serikat, dapat berkomunikasi dengan sel lain, molekul atau atom di sisi lain dunia, misalnya di Cina , karena mereka mampu memberi sinyal satu sama lain dengan frekuensi yang berosilasi, dan komunikasi ini terjadi non- lokal dan hampir secara instan. Ini seperti apa yang terjadi dengan radio. Ada banyak frekuensi di luar sana dengan orang-orang berbicara didalamnya, atau bermain musik, dan yang harus Anda lakukan adalah memutar tombol radio untuk mencari frekuensi yang berbeda untuk mendengar yang mereka lakukan. Maka jika Anda memiliki pemancar Anda dapat berbicara kembali kepada mereka. Itulah apa yang atom, molekul dan sel lakukan. Mereka menyesuaikan ke frekuensi apa pun yang mereka telah pesan untuk berkomunikasi dengan sel lainnya di seluruh dunia atau alam semesta, dalam rangka mencapai tujuan apa pun yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan.

Sekarang, orang dapat menerima gagasan bahwa sel, molekul dan atom di tubuh mereka berkomunikasi satu sama lain sehingga tubuh dapat berfungsi seperti yang seharusnya. Tubuh adalah sebuah sistem tertutup, seperti halnya alam semesta. Semua partikel dalam tubuh saling berkomunikasi sehingga tubuh dapat berfungsi secara efisien, semua partikel di alam semesta melakukan hal yang sama. Mereka semua terhubung. Seperti satu tubuh yang besar. “Tubuh Tuhan”.

Pada dasarnya, semua energi adalah Tuhan , dan tidak ada hal seperti yang “terpisah dari Tuhan”. Tuhan tidak dapat dipisahkan dari tubuhnya sendiri. “kemanapun kamu menghadap disitu wajahku”,,,,

Sama seperti kita jika kita sakit, Tuhan melakukan apa pun yang diperlukan untuk membawa bagian-bagian tubuhnya yang keluar dari jajarannya untuk kembali ke dalam hubungan yang tepat kepadanya, Jika bagian tubuh kita tidak berfungsi secara benar karena frekuensinya yang salah, mengoreksi perbedaan frekuensi sering menyembuhkan penyakitnya.

Sebagai contoh, semua sel di jantung manusia harus bergerak pada saat yang sama agar jantung berfungsi dengan baik. Jika beberapa sel berdenyut pada saat yang salah, orang itu akan mendapat serangan jantung atau kondisi jantung serius lainnya didapatkan.

Tapi ada teknik untuk membantu semua energi sel-sel ini sesuai lagi sehingga orang tersebut dapat disembuhkan. Ini adalah sama bagi Tuhan dan hubungannya dengan kita. Segala sesuatu di alam semesta adalah dibentuk untuk mengoreksi dirinya sendiri, termasuk hubungan kita dengan Dia.
Semuanya, dari kesehatan kita, keuangan kita, polusi udara, untuk hubungan dengan luar, untuk pergerakan bintang dan planet,,,, semuanya terhubung, saling mengoreksi diri, tapi masih dalam kemampuan kita untuk mempengaruhi hasil.

Sama seperti “PIKIRan” Tuhan yang menjadikan seluruh dunia menjadi ada, kita juga bisa mengubah jalannya peristiwa dengan mengubah frekuensi osilasi yang membuat terjadinya komunikasi dalam sistem menjadi mungkin, melalui PIKIRan, keYAKINan, dan peRASAan.
Tuhan, yang adalah energi murni, yang membuat semua ini mungkin. Dia membangun jaringan ini yang membuat semuanya terjadi. Seluruh alam semesta terdiri dari energi, tapi itu adalah intelejensi, pola cerdas dan interaksi energi ini yang membuatnya menjadi Ilahi.

Tidak ada hal seperti kekacauan, tidak ada hal seperti keacakan, segala sesuatu yang terjadi disebabkan oleh beberapa gangguan dalam frekuensi yang berosilasi di suatu tempat di dunia atau alam semesta, dan hal ini disebabkan oleh seseorang atau sesuatu,,,, Entah Tuhan, atau Anda , atau saya, atau organisme lain atau hal yang menyebabkan perubahan frekuensi yang mengatur materi dan energi, dan perubahan yang terjadi.

Bagaimana kita bisa mengatakan semuanya adalah bagian dari Tuhan , dan pada kenyataannya semua adalah Tuhan ?,,,, *mari sama-sama renungkan,,,, karena setiap molekul, atom dan partikel yang ada terhubung dengan kerangka energi dari frekuensi bergetar yang membuat komunikasi di antara setiap bagian menjadi mungkin.

Semua molekul, sel, atom dan partikel terhubung satu sama lain pada setiap saat, dan mempengaruhi satu sama lain. Ini kegiatan satu sistem besar yang dirancang untuk bekerja bersama-sama,Saya. otak saya dapat berkomunikasi dengan Anda, dan otak Anda dapat berkomunikasi dengan kucing anda, otak saya dapat berkomunikasi dengan sel tubuh saya sehingga mereka dapat dituntun untuk menyembuhkan diri sendiri, dan otak Anda dapat membantu energi penyembuhan langsung ke tubuh orang lain yang membutuhkan penyembuhan.

Tuhan menggunakan sistem energi yang sama ini untuk berkomunikasi dengan otak kita, dengan sel kita, dengan hujan yang menyusun badai, untuk apa pun. Ini alasan mengapa bintang-bintang dan planet-planet dan medan elektromagnetik mereka memPENGARUHi PIKIRan, peRASAan dan periLAKU kita.

Astrologi adalah bukan hanya beberapa serpihan pemikiran New Age. Dan kemampuan Psikis sebenarnya nyata, dan apa yang dibicarakan dalam kitab-kitab ketika berbicara tentang karunia ROHani seperti karunia keNABIan, atau keBIJAKSANAan, atau pengeTAHUan.

Dan karunia Mukjizat Penyembuhan adalah contoh kemampuan untuk memanipulasi energi ini kerangka frekuensi yang berosilasi sehingga Anda dapat langsung untuk melakukan apa yang Anda dan roh-roh orang mati, yang sebenarnya adalah jumlah total yang energik esensi orang itu, memang ada di lain dimensi dan dapat berkomunikasi dengan kita, dan kita dengan mereka, jika kita belajar bagaimana untuk masuk ke frekuensi mereka, energy yang telah “membawa sesuatu” pengeTAHUan, yang “telah HIDUP” dan berbagi pengeTAHUan dengan yang “masih HIDUP”.

Hal ini menempatkan semua supernatural akhirnya menjadi sangat jelas secara fisik, dunia alam (Alam SADAR & ALAM BAWAH SADAR). Segala sesuatu yang kita pikir ajaib dan secara fisik tidak mungkin dapat terjadi. Dan orang-orang yang kita anggap sebagai penyihir, paranormal, supranatural,,,dll. hanyalah orang- orang yang telah lama belajar untuk memanipulasi kerangka dari osilasi frekuensi energik ini.

Mereka belajar menghubungkan energi mereka melalui mantra- mantra dan ritual.
Umat berAGAMA belajar untuk mengarahkan energi mereka melalui doa. Beberapa orang belajar energi ini melalui meditasi dan visualisasi. Itu semua adalah manipulasi dari jaringan energi yang sama. Salah satu cara untuk memanipulasi itu tidaklah lebih baik dari yang lain.

Doa tidak lebih baik dari sebuah mantra. Keduanya bekerja hanya karena sang pengguna mengarahkan fokus dan energinya menuju titik tertentu,,,, Dan Tuhan telah menetapkan kekuatan tersebut supaya ketika kita kita mengarahkan energi kita pada frekwensi/gelombang otak, PIKIRan dan keYAKINan kita, peRASAan ke arah tertentu akhirnya, hal itu akan terjadi.

Apa pun teknik yang kita gunakan untuk mengarahkan energi ini, tidak masalah. Yang penting adalah bahwa kita mempelajari kekuatan PIKIRan, peRASAan dan keYAKINan kita. Tuhan adalah CINTA karena cinta adalah alat yang paling kuat yang kita miliki untuk mengARAHkan ENERGI ini.
Ketika Cinta adalah alasan kita mengarahkan energi kita melalui PIKIRan kita menuju tujuan tertentu, ia adalah energi yang paling kuat yang ada, dan tujuan akan mendatangkan hasil. Segala sesuatu bekerja bersama untuk kebaikan. Mungkin Kita tidak mengerti bagaimana caranya, tapi itu selalu benar. Kita bisa yakin itu benar karena semuanya adalah bagian dari Tuhan dan adalah Tuhan, sehingga tidak ada kesalahan.

keBENARan atau pun keSALAHan adalah BAGIAN yang TIDAK BISA DIPISAHkan dari PROSES keSEMPURNAan dalam SATU kerangka RUANG & WAKTU,,, sementara TUHAN adalah energy CINTA, keBENARAN, keSALAHan, yang mempunyai keRANGKA serta tidak terIKAT RUANG & WAKTU,,, karena TUHAN MELIPUTI SEGALA SESUATU.

Salam Sinergi _/\_

Published in: on 10 November 2011 at 8:03 am  Comments (6)