HIDUPku KENDARAANku

Hidup sebagai manusia di jaman modern ini tentunya tidak lepas dari kebutuhan transportasi, baik sarana transportasinya yaitu kendaraan, maupun infrastruktur transportasinya yaitu adanya jalan yang menghubungkan satu lokasi dengan lokasi yang lain. Saking seringnya kita berinteraksi dengan kedua hal tersebut, tanpa kita sadari kehidupan kitapun telah memodel pola dan keterkaitan di anatar keduanya. Hari ini, di bawah hujan pagi aku melihat kendaraan yang mogok di sebuah jalan utama, polisi dan beberapa orang segera membantu agar jalanan tidak menjadi macet karenanya,,, melihat hal itu, terngiang-ngiang di telinga saya sebuah lagu dari masa kecil saya,,, lagu yang sering saya pakai untuk mengolok-olok kendaraan yang mogok di jalan,,, lagu “Si Jago Mogok”-nya Tante Titiek Sandhora. Saya menjadi malu sendiri mengingat kelakuan nakal saya itu.

Kalau kita gunakan kendaraan sebagai metafora dari Kehidupan, maka kehidupan pribadi kita adalah kendaraan pribadi kita,,, bisa saja berbentuk sebuah sepeda gayung, bisa berbentuk mobil pickup, bisa juga berbentuk bis, atau mobil sedan yang mewah, bahkan sebuah pesawat,,, ini adalah sebuah pilihan, dan pilihan kita akan kehidupan pribadi kita tentunya memiliki kelebihan yang berbeda dg pilihan yang lain, dan juga memiliki konsekwensi yang berbeda pula. Sama seperti membandingkan sepeda gayung dengan bis, kehidupan pribadi yg sederhana tentunya tidak terlalu menuntut kebutuhan finansial sebanyak kehidupan pribadi yang suka membantu banyak orang yang saya metaforakan sebagai bis. Apapun kehidupan anda saat ini, itu adalah kendaraan yang paling pas untuk anda,,, saya sebut pas karena andalah yang memilihnya, bukan orang lain, bukan pula alam semesta. Dan kabar baiknya, anda bisa mengganti pilihan kehidupan anda dengan cara menukar-tambahkan dengan pilihan kehidupan yang lain,,, sama persis seperti ketika anda menjual motor butut anda, dan menjadikannya sebagai uang muka motor matic seri terbaru.

Marilah kita lihat lebih jauh ke dalam kehidupan pribadi kita,,, kita masuki kendaraan pribadi kita, pasti akan ada sarana untuk menggerakkan kendaraan ini,,, bisa kita sebut mesin (atau dalam ilmu mekanika sering disebut sebagai pesawat), bisa mesin berbahan bakar, bisa mesin elektrik, bisa juga mesin berbahan bakar nasi pecel. Mesin ini adalah pikiran bawah sadar kita, sesuatu yang bergerak sesuai dengan pola rancang bangun yang didesain bahkan sebelum kendaraan ini bisa bergerak. Dan ada sistem kemudi, termasuk di dalamnya adalah rem, ini mewakili kesadaran kita, sesuatu yang dipergunakan sesuai dengan pilihan logika yang paling sesuai untuk menentukan respon paling sesuai untuk suatu kondisi,,, bisa dipakai untuk menghindari sebuah lubang, bahkan bisa dipakai untuk mengarahkan kehidupan menabrak pohon di pinggir jalan. Kendaraan selalu membutuhkan perawatan dan bahan bakar, kehidupan kitapun juga membutuhkannya,,, itu sebabnya anda membaca kisah-kisah motivasi, anda belajar hal-hal baru, bahkan anda melakukan introspeksi atau pemeriksaan diri.

Tidak selamanya anda bersama kendaraan pribadi anda, kadang anda harus memarkirnya untuk sementara dan anda ke kantor untuk menjadi sopir bagi kendaraan perusahaan anda. Dalam kehidupan kita juga, kita sering harus meninggalkan kehidupan pribadi kita, untuk berkerja pada orang lain, untuk berkerja mengantarkan suatu barang ke rumah pelanggan perusahaan anda, sebuah tempat yang bukan tujuan pribadi anda … dalam kehidupan kita, kadang kitapun harus meninggalkan untuk sementara kehidupan pribadi kita, mengalahkan keinginan pribadi kita, bahkan kadang menyangkal diri kita sendiri,,, untuk melaksanakan impian orang lain, karena kita membutuhkan imbalan finansial yang kita harapakan cukup untuk membiayai perawatan kendaraan pribadi anda, atau dalam skala yang lebih jauh mungkin anda berharap bisa menukar tambah kendaraan pribadi anda dengan kendaraan pribadi yang lebih efisien dan mutakhir. Seseorang bisa saja memiliki kendaraan pribadi sebuah Mobil Sport, namun ada kalanya dia harus pura-pura tidak memilikinya hanya demi bekerja sebagai sopir Truk Sampah di negeri Jiran, yang gajinya sangat luar biasa besar meski pekerjaannya banyak dinilai orang menjijikkan. Kadang sebagai terapis, sebagai dokter, sebagai psikolog,,, seseorang sering harus mengalahkan ego pribadinya karena kehidupan mereka yang sudah baik,,, demi menolong sesama yang kehidupannya amburadul, bahkan rusak, bahkan bau busuk,,, tidak selalu demi uang, tapi bisa juga rasa puas dari si ego itu sendiri.

Sebuah kendaraan, akan sulit sekali dikemudikan bila dia sedang mogok atau sedang diam,,, demikian jugalah dengan kehidupan, akan sulit sekali diarahkan dan diberdayakan bila tidak ada pergerakan emosional dan fisik yang signifikan. Dan, sebagai seorang sopir,,, kita akan mulai memutar kunci kontak, ketika kita sudah tahu mau ke mana, dan kita tahu kecukupan bahan bakar dan kelayakan kondisi kendaraan kita, Seseorang akan mulai melakukan apa saja, ketika dia tahu kemana arah pencapaiannya, keyakinan diri bahwa dia bisa memenuhi hal-hal yang diperlukan untuk mencapainya. Dalam kendaraan bermotor kita juga temukan kaca depan yang begitu luas untuk melihat ke depan, tetapi cuma ada kaca kecil yang berfungsi sebagai kaca spion untuk melihat ke belakang. Seharunya memang demikianlah kita memandang jalan kehidupan yang akan kita lewati, fokus dengan penuh harapan melihat ke depan, dan hanya sesekali melihat ke belakang untuk introspeski dan mengingat pembelajaran yang pernah kita dapatkan. Di sepanjang jalan, kita juga sering melihat iklan tempat wisata, iklan restoran, iklan tukar tambah kendaraan, dan sebagainya,,, cerita2 motivasi, pelatihan2 pemberdayaan diri diharapkan bisa menarik anda untuk menikmati kehidupan yang lebih baik dan berarti dibandingkan rutinitas anda saat ini.

Ada kalanya kita memodifikasi kendaraan untuk disesuaikan dengan selera dan tantangan jalan yang akan kita lewati, kehidupan kitapun sering kali kita modifikasi untuk disesuaikan dengan tingkat kepuasan yang lebih baik dan kondisi dari lingkungan yang tidak bisa kita rubah. Semakin menyadari bahwa kondisi kehidupan saat ini hanyalah sebuah kendaraan, maka tentunya akan lebih mudah bagi seseorang untuk memodifikasi bahkan menukar tambahkan dengan kehidupan yang jauh lebih baik. Namun tidak jarang pula, kita temukan keterikatan batin yang luar biasa kuat antara seseorang dengan kendaraan yang berhasil dia miliki untuk pertama kalinya. Ikatan emosial semacam inilah yang menyebabkan seseorang sulit sekali untuk mengadaptasi perubahan dan mencapai tingkat kehidupan yang selama ini belum pernah dia bayangkan.

Saat remaja, saya pernah bersama beberapa orang teman memilih untuk naik sepeda motor dari Malang menuju Jakarta. beberapa orang tua mengatakan ini sebagai tindakan ugal-ugalan. Bahkan ada beberapa di antar kami harus berbohong kepada orang tua untuk melaksanakan ide gila ini. Saya pribadi menganggap ini sebagai upaya mencoba batas yang lebih jauh dari yg selama ini sudah saya capai. tentunya motor kami butuh beberapa kali perawatan yang mutlak dilakukan dalam upaya mencapai kota Jakarta. Setelah mencapai kota Jakarta, kamipun terlena dengan pencapaian ini dan mulai berpikir lebih rumit untuk pulang. Ketika kita mencapai suatu tingkat keberhasilan yang diperoleh dengan perjuangan lahir batin yang luar biasa, maka kitapun akan berpikir dua kali apabila terpaksa harus menjalani kembali kehidupan masa lalu yang ‘mengerikan’,,, kehidupan sebagai “Si Jago Mogok”.

Mungkin saat ini, anda bertanya-tanya,,, sebenarnya apakah kendaraan kehidupan anda saat ini? apakah anda masih cinta mati dengannya? ataukah anda sudah muak masuk ke bengkel tiap bulan dan ingin segera menukar tambah dengan yang lain?,,, apapun itu, saya yakin telah tersedia kendaraan yang jauh lebih baik dari pada kendaraan anda saat ini, yang menunggu anda untuk berani mengendarainya,,, jarak antara anda dan kendaraan itu hanyalah sebuah keputusan,,, sebuah keberanian untuk memutuskan.

_/\_
semangat mengendarai,,,
ooops, jangan lupa dicuci kalau habis lewat tempat2 berlumpur

inspirasi dari yang hidup untuk yang hidup dari kehidupannya

Published in: on 3 Agustus 2012 at 5:58 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://ncepborneo.wordpress.com/2012/08/03/hidupku-kendaraanku/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: