~ REBAB ~

REBAB atau Ra-Babhu, adalah alat musik (bunyi) Gamelan Degung yang menempati posisi kedua setelah Gong. Bunyi yang dihasilkan oleh Ra-Babhu adalah suara “kokok” ayam jantan ketika menyambut terbitnya Matahari pagi. Ra-Babhu merupakan perumpamaan dari “Ayam” yaitu lambang Sang Hyang (Leluhur Agung).

 

Rebab (Ra-Babhu) sebagai lambang Hyang (Ayam)


Prinsipnya istilah “Rebab” dibangun dari dua kata yaitu RA dan BABHU yang artinya adalah;

–          RA = Sinar / Mahacahaya / Matahari

–          BABHU = yang Melayani

Maka, arti dan makna “Rebab” atau Rababhu itu adalah “Nu ngumawula ka Sang Hyang Manon” (yang Melayani Matahari), hal ini sangat erat kaitannya dengan bentuk Rebab yang merupakan representasi dari sosok “ayam jantan” sebagai perlambang para leluhur (Hyang) bangsa Galuh Agung.

Ayam jantan atau sering disebut sebagai “ayam jago” di masyarakat Nusantara jaman dahulu adalah bagian dari pola tanda kebudayaan (simbol kepercayaan), mereka memelihara dan merawatnya secara sungguh-sungguh seperti kepada keluarga sendiri. Hampir disemua tempat di wilayah Nusantara memiliki adat “sabung ayam” yang sebenarnya merupakan bagian dari upacara peringatan. Adu ayam atau sabung ayam adalah “pertaruhan kehormatan keluarga” (*bukan perjudian) tentang kesungguhan merawat/memelihara ayam jago itu sendiri. Namun jaman berobah dan upacara “sabung ayam” inipun maknanya telah bergeser dari pakem utamanya, dari “pertaruhan” berobah menjadi “perjudian”.

Masyarakat dunia pada umumnya sering menyebut Ayam Jago (jantan) itu sebagai Phoenix atau Burung Api atau Burung Matahari, dan mereka memaknainya sebagai siloka “keabadian” atau dengan kata lain setara dengan Hyang (Eyang, Leluhur).

Penggambaran ayam jago (Ra-Babhu) sebagai “Sang Pelayan Mahacahaya (matahari)” ini menyebar hampir keseluruh dunia seperti; China, Jepang, India, Timur-Tengah serta negara-negara Eropa.

 

Gamelan Degung , Gong , Kendang , Bonang , Saron , Suling

Published in: on 15 Agustus 2010 at 5:20 pm  Comments (2)  

The URI to TrackBack this entry is: https://ncepborneo.wordpress.com/2010/08/15/rebab/trackback/

RSS feed for comments on this post.

2 KomentarTinggalkan komentar

  1. Ahuuuuuung….._/\_

  2. nginta ajaran filosofi yg lain. Hatur nuhun nya sadayana


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: