Gamelan Degung

Bangsa Nusantara saat ini hanya mengenal dan menganggap istilah “Gamelan Degung” hanya sebatas penamaan kesenian yang merupakan bagian dari kebudayaan. Sesungguhnya dalam pengertian yang lebih luas dan mendalam tidaklah sesederhana itu, Gamelan pada Degung bukan sekedar alat musik untuk berkesenian, sebab hal tersebut berkaitan erat dengan sistem tanda yang mengandung nilai-nilai agung (ajaran) keagamaan leluhur bangsa Galuh Agung.


Peralatan Gamelan untuk Degung

Perangkat atau peralatan Gamelan merupakan pola tanda yang diterapkan dalam perlengkapan bunyi-bunyian (musik). Istilah “gamelan” berasal dari kata “Ga” dan “Mulia” yang dibubuhi akhiran “an”.

–          GA = Kuasa

–          MULIA = Agung dan terpuji

–          AN = *akhiran yang menunjukan fungsi/guna.

Maka istilah  “gamlan” (*baca: gamelan) atau “Ga-Mulia-an” secara utuh artinya adalah “penguasa yang mulia / agung” atau mengandung maksud “Keagungan Sang Penguasa”.

Gamelan tidak boleh dimainkan secara semena-mena (tanpa aturan), semuanya harus berada dalam tata-tertib yang sakral; baik waktu, jenis acara, ruang pertunjukan, sikap, cara berpakaian, susunan peralatan dan sebagainya sebab seluruh komponen alat bunyi pada Gamelan mengandung nilai-nilai agung dan sakral milik leluhur bangsa Galuh Agung (Nusantara/Indonesia). Dengan demikian, merendahkan Gamelan sama dengan merendahkan sejarah leluhur bangsa Nusantara dan itu sama dengan merendahkan derajat bangsa Indonesia. Sayangnya sandi-sandi yang tersimpan pada perangkat musik ini sudah tidak terpahami dengan baik oleh bangsa Indonesia pada umumnya padahal mereka adalah pewaris yang sah.

Adapun istilah Degung berasal dari kata “ngadeg nu agung” dalam bahasa Indonesia berarti “berdirinya keagungan”. Dengan demikian jika dua kalimat Gamelan Degung itu disatukan akan memiliki arti “kemuliaan sang penguasa (dalam) mendirikan / menegakan keagungan”.

Agar dapat lebih dipahami dan dimengerti secara bijak mengenai Gamelan Degung ini marilah kita bahas pola tanda yang tersimpan pada alat musik peninggalan leluhur bangsa Nusantara.

Gong , Rebab , Kendang , Bonang , Saron , Suling

~BS – LH ~

Published in: on 15 Agustus 2010 at 4:51 pm  Comments (4)  

The URI to TrackBack this entry is: https://ncepborneo.wordpress.com/2010/08/15/gamelan-degung/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 KomentarTinggalkan komentar

  1. sampurasuun ….sae lah…

    • Rampes,,,

      naon anu sae teh,,, Karuhun urang nyak ???,,, hehee

  2. Sampurasun….milu linggih bari mamaca wewaler na nu agunngg….huunngg ahuunnggg

    • Ahuuung,,,,,

      Rampes. mangga Kang Diemas, bagea haturan rawuh seun,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: