BABASAN

 

 

BABASAN  SUNDA dina arti bahasa INDONESA

bagean ka  1

 


1. Abang-abang lambé

Baik ucapannya saja sekedar untuk menyenangkan orang lain.


2. Adat-adatan

Memiliki watak atau karakter tidak baik, mudah marah.


3. Adil palamarta

Sangat adil


4. Ahli leleb

Kesukaannya hanya makan


5. Ajak Jawa

Mengajak orang tidak sepenuh hati sekedar berbasa-basi saja.


6. Akal bulus

Akal licik

7. Akal licik

Akal jahat


8. Akal koja

Pandai kepada hal-hal yang jelek


9. Aki-aki tujuh mulud

Sudah sangat tua


10. Aku-aku angga

Mengaku memilikinya padahal kepunyaan orang lain


11. Alak paul

Sangat jauh


12. Alak-alak cumampaka

Meniru-niru atau ingin menyamai orang yang lebih tinggi derajatnya.


13. Alamat

Pertanda atau ciri-ciri yang berupa impian, kedutan atau kejadian alam seperti gempa, angin, dsb.


14. Along-along bagja

Tidak jadi mendapatkan kebahagiaan


15. Alus laur hadé omé

Baik penampilannya (baik laki-laki maupun perempuan)


16. Alus panggung

Baik penampilannya


17. Ambekna sakulit bawang.

Mudah marah.


18. Ambek sadu santa budi

Tidak memperlihatkan rasa marah.


19. Ambon sorangan

Mencintai orang yang tidak memikirkan dirinya


20. Amis budi

Baik hati, bila berbicara selalu tersenyum


21. Amis daging

Mudah terserang penyakit


22. Anak hiji keur gumeulis,

Anak dua keur gumunda,

anak tilu keur kumusut

Wanita yang memiliki satu anak tampak cantik,

dua anak dapat memikat,

dan tiga anak tampak kusam.


23. Anak emas

Anak yang sangat disayangi orang tuanya; pekerja yang paling disayangi majikan/atasan

24. Anggeus-anggeusan

Habis-habisan (habis benar)


25. Apal cangkem

Hafal dengan isi buku tetapi tidak paham atau tidak mengerti.


26. Asa bucat bisul

Merasa senang karena telah keluar dari kesusahan atau menyelesaikan pekerjaan yang dirasakan berat.


27. Asa dipupuk birus.

Merasa senang hati.


28. Asa dipupul bayu.

Merasa tidak berdaya.


29. Asa dina pangimpian

Terasa dalam bermimpi, tidak percaya apa yang terjadi.


30. Asa katumbu umur

Sedang kebingungan ada yang menolong.


31. Atah adol

Kurang ajar.


32. Atah anjang

Jarang bersilaturahmi.


33. Atah sasar

Kurang pertimbangan, tidak diselidiki dahulu kebenarannya.


34. Atah warah

Kurang ajar.


35. Ateul biwir

Mau terus berbicara meskipun tidak perlu diceritakan.


36. Ati asa digerihan

Merasakan sangat sakit hati.


37. Awak kawas badawang

Jangkung tinggi besar serta jelek.


38. Awak sabeulah

Hidup sendirian karena telah ditinggal suami/istri.


39. Awak sampayan

Tubuh yang memakai pakaian apa pun kelihatannya bagus/pantas.


40. Awét rajét

Hidup berumah tangga, tetapi sering bertengkar.


41. Awéwé dulang tinandé

Seorang istri harus setia kepada suami.


42. Awéwé mah gedé bendunganana

Dalam menghadapi ajakan yang tidak baik, perempuan lebih kuat bertahan daripada laki-laki.


43. Aya astana sajeungkal.

Hal yang tidak mungkin (mustahil).


44. Ayak-ayak béas, nu badag moncor,

nu lembut nyangsang.

Menunjukkan hal yang tidak sewajarnya.


45. Aya bagja teu daulat

Akan mendapat kebahagian, tetapi tidak jadi.


46. Aya buntutna

Ada kelanjutannya dari masalah sebelumnya.


47. Aya di sihung maung

Berada di tempat yang berbahaya.


48. Aya gantar kakaitan

Ada keterkaitan masalah.


49. Aya haté

Ada perasaan cinta.


50. Aya jodo pakokolot

Berjodoh setelah berusia lanjut karena masing-masing ditinggal pasangannya.


51. Aya kélong néwo-néwo

Ada seseorang yang tak berkepentingan menggangu kegiatan.


52. Aya nu dianjing cai

Ada yang dikehendaki.


53. Aya pikir ka pingburi

Ada pikiran atau perasaan yang datang kemudian atau belakangan.


54. Aya pikir kadua leutik

Ada perasaan cinta.


55. Ayang-ayangan

Hidup rukun berdampingan.


56. Ayang-ayang gung

Hidup rukun rakyat dan pemimpin.


57. Ayeuh ngora

Usia masih mudah tetapi sering sakit


58. Babalik pikir

Berubah perilaku menjadi baik.


59. Babanténg jurit

Pemimpin peperangan/penjaga keamanan.


60. Balég tampélé

Masih belum dewasa.


61. Bali geusan ngajadi

Tanah air atau tempat kelahiran.


62. Balik jinis

Impas (tidak untung dan tidak rugi).


63. Balik ngaran

Meninggal di perantauan.


64. Balungbang timur, caang bulan opat welas,

jalan gedé sasapuan

Tidak ada pikiran dan perasaan jelek, bersih hati.


65. Bangbang koléntang

Serba sulit, tidak punya uang sama sekali.


66. Batok kohok, piring semplék

Perkakas rumah tangga yang tidak ada harganya.


67. Batur ngalér ieu ngidul

Diajak berbicara, tetapi pembicarannyaanya tidak sejalan.


68. Bau-bau sinduk

Masih ada ikatan saudara, meskipun agak jauh.


69. Béak déngkak

Berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan sesuatu tetapi tidak berhasil.


70. Bedah bendungan

Amarahnya keluar semua


71. Begér mindo

Sudah berkeluarga, mencintai lagi perempuan atau pria lain (puber kedua).


72. Beukah kawaya

Perut yang membesar karena sakit lever.


73. Beunghar méméh boga

Berperilaku seperti orang kaya, padahal miskin.


74. Beurat birit

Malas bekerja atau sulit disuruh.


75. Beuteung anjingeun

Keadaan perut seseorang yang lebih besar ke atas.


76. Bisa ka bala ka balé

Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dalam hal positif.


77. Bisa lolondokan

Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dalam hal tidak baik.


78. Bobor karahayuan

Mendapat musibah atau kecelakaan.


79. Bobot pangayon timbang taraju

Pengadilan, keputusan yang adil.


80. Bodo aléwoh

Meskipun bodoh, tetapi biasa bertanya, akhirnya menjadi pintar.


81. Bodo katotoloyoh

Sangat bodoh.


82. Boga pikir rangkepan

Tidak berpikiran polos.


83. Boga sawah saicak

Keadaannya sangat miskin.


84. Bogoh nogéncang

Memiliki rasa cinta, tetapi tidak dilayani.


85. Bongkok méongeun

Postur tubuh yang punggungnya bungkuk.


86. Bosongot badé amprotan

Bertubuh tinggi besar dan menyeramkan.


87. Borangan ku surak

Merasa takut karena berada di tengah-tengah banyak orang.


88. Bru di juru bro di panto

Orang yang kaya raya.


89. Budak bau jaringao

Anak yang belum dewasa.


90. Budak olol lého

Anak yang belum dewasa.


91. Budak rodék hulu

Anak yang kotor dan menjijikan.


92. Bujang jengléngan

Jejaka yang tampan.


93. Bujang tarangna

Mengaku-ngaku sebagai jejaka.


94. Buncir leuit loba duit

Orang yang kaya raya.


95. Buntu laku

Tidak jadi berpergian karena ada halangan sehingga bingung apa yang harus dilakukan.


96. Buntut kasiran

Orang yang pelit.


97. Bur beureum bur hideung

Orang yang serba ada dan pandai berdandan.


98. Buta térong

Seseorang yang parasnya jelek sekali.


99. Caang padang narawangan

Bersih hati dan pikiran.


100. Cacag nangkaeun

Memotong sesuatu tetapi kurang bagus.


101. Cacah rucah atah warah

Menunjukkan seseorang yang kurang berpendidikan dan bukan anak pejabat.


102. Cacarakan

Beru belajar dari permulaan.


103. Cacing cau

Rakyat jelata yang tidak diperhitungkan.


104. Cadu mungkuk haram dempak

Sumpah karena tidak melakukan sesuatu.


105. Campaka jadi di reuma

Menunjukkan gadis cantik yang berada di kampung.


106. Campur kaya

Kaya karena ada barang orang lain.

107. Campur tangan

Turun campur kepada urusan orang lain.


108. Ceplak pahang

Berbicara langsung tanpa memikirkan perasaan orang lain.


109. Ceuli léntaheun

Mudah terbangun dari tidur sebab mendengar suara.


110. Cilaka dua belas

Celaka besar.


111. Ciri sabumi cara sadésa

Setiap daerah memiliki adat kebiasaan masing- masing.

112. Clik putih clak hérang

Bersih hati dan pikiran.


113. Cruk-crek

Seseorang yang mudah kawin cerai.


114. Cucuk panon

Menjadi penghalang dalam melakukan sesuatu


115. Cucuk rungkang

Sesuatu yang wujud besar, tetapi kurang manfaatnya.


116. Cukang tara néangan nu ngising

Orang yang butuh bantuan seharusnya datang kepada yang akan membantunya.


117. Cukup belengur

Orang yang banyak memberi kepada orang lain, tetapi dia sendiri kekurangan.


118. Daék medu

Ucapan sumpah seseorang yang tak merasa bersalah


119. Dahar kawas meri

Makan dan minum acak-acakan.


120. Daharna sakésér daun

Makan seadanya, hanya nasi saja, tanpa lauk-pauk.


121. Dah bawang dah kapas

Jual beli secara tunai.


122. Dédéngé tara

Pernah mendengar, tetapi belum pasti betul kebenarannya.


123. Deukeut-deukeut anak taleus

Meskipun berdekatan, tetapi tidak tahu ada kejadian penting.


124. Deukeut deuleu (pondok lengkah)

Kurang pengalaman.


125. Deungeun-deungeun haseum

Mengaku-ngaku sebagai saudara.


126. Diadukumba(ng)keun

Diselaraskan atau disesuaikan supaya tampak bagus.


127. Dibabuk lalay

Disingkirkan tanpa belas kasihan.


128. Di bawah tangan

Perjanjian tidak ada saksi secara resmi.


129. Dibéjérbéaskeun

Dijelaskan secara panjang lebar.


130. Dibeuweung diutahkeun

Dipikir dengan matang.


131. Didagoan ku sééng nyéngsréng

Mencari nafkah hanya untuk menutupi kebutuhan makan sehari saja.


132. Didago-dago tilewo

Dinanti-nanti dengan waktu yang lama, tetapi yang dinantikan tidak juga muncul.


133. Dihin pinansti anyar pinanggih

Kehidupan manusia telah ditentukan yang

Maha Kuasa.


134. Dihurunsuluhkeun, disakompétdaunkeun.

Kesalahan seseorang disamaratakan dengan anggota

kelompok lainnya karena sering bersama-sama.


135. Dijieun lalab rumbah

Hanya dijadikan hal-hal yang kurang berguna.


136. Dikeprak reumis

Disamaratakan.


137. Dikerid peuti

Semuan anggota keluarga diikutsertakan dalam suatu kegiatan.


138. Dikepung wakul buaya mangap

Dikepung oleh musuh dengan senjata lengkap.


139. Dinangna-néngné

Dimanja; dijaga dengan sangat hati-hati.


140. Dipaké cocok conggang

Diperlakukan dengan tidak baik.


141. Dipisudi méré budi

Disayangi, tetapi membalas dengan kejelekan.


142. Disiksik dikunyit-kunyit

Dicacag diwalang-walang

Diperlakukan semena-semena.


143. Disuhun dina embun-embunan

Sangat berterima kasih karena sudah diberi

Pertolongan; tidak melupakan jasa orang lain.


144. Disusul tepus

Melanjutkan kegiatan yang dilakukan sebelumnya.


145. Ditangtang-diténgténg, dijieun bonténg sapasi

Disayangi dan dimanja.


146. Dosa salaput hulu

Terlalu banyak dosanya.


147. Dug hulu pet nyawa

Berusaha sekuat tenaga.


148. Dug tinetek

Bekerja dengan sekuat tenaga.


149. Duit pait

Memegang uang, tetapi bukan miliki pribadi.


150. Duit panas

Memegang uang, tetapi bukan punya sendiri.


151. Ĕléh déét

Mengalah kepada orang lain.


152. Ĕlmu sapi

Mengikuti sesuai dengan kemauan pimpinan.


153. Ĕlmu tumbila

Picik atau ingin menang sendiri.


154. Éra parada

Merasa malu melihat perilaku orang lain yang tidak

senonoh; mendapat malu yang besar sekali.


155. Embung kakalangkangan

Tidak mau dikalahkan oleh orang lain.


156. Euweuh élmu panungtungan

Tidak usah sombong, kemampuan manusia terbatas


157. Galak sinongnong

Menginjak dewasa dan mulai menyukai lawan jenis, tetapi belum berani berhadapan/mengungkapkan.


158. Galak timburu

Pencemburu.


159. Galégéh gado

Baik ucapannya saja.


160. Gancang pincang

Bekerja cepat dan tergesa-gesa, tetapi hasilnya tidak memuaskan.


161. Gantung déngé

Mendengarkan pembicaraan seseorang, tetapi terpotong, dan tidak berlanjut.


162. Gantung teureuyeun

Masih ingin menikmati makanan, tetapi sudah habis. Sedang menikmati makan, tetapi terpotong ketika dilanjutkan terasa tidak nikmat lagi.


163. Garo-garo teu ateul

Pusing karena ada masalah, akhirnya menggaruk-garuk kepala, yang sebenarnya tidak merasa gatal.


164. Garo singsat

Tingkah laku seseorang, biasanya wanita, berjalan ke sana ke mari sambil menarik bagian bawah pakaiannya ketika mendengar berita yang mengkhawatirkan.


165. Gedé-gedé ngadagé

Hanya tubuhnya yang besar, tetapi tidak ada keberanian.


166. Gedé gunung pananggeuhan

Merasa bangga dan percaya diri karena ada orang yang diandalkan.


167. Gedé hulu

Sombong


168. Gemah ripah loh jinawi

Subur makmur.


169. Géntél kéak

Anak-anak yang tidak mau berpisah dengan ibunya.


170. Genténg-genténg ulah potong

Harus tetap berusaha meskipun hasilnya tidak memuaskan.


171. Gereges gedebug

Melakukan pekerjaan dengan tergesa-gesa sehingga hasilnya tidak memuaskan.


172. Gering nangtung

Sakit batin, sementara badan sehat.


173. Getas harupateun

Mudah marah.


174. Geura mageuhan cangcut tali wanda

Harus segera bersiap-siap.


175. Geus apal luar jerona

Sudah tahu semua rahasianya.


176. Geus aya dina pésak

Sudah tahu semua rahasianya.


177. Geus aya kembang-kembangna

Sudah tampak tanda-tandanya.


178. Geus aya tapak

Sudah memiliki cacat, pernah berbuat kesalahan.


179. Geus bijil bulu mayang

Anak gadis yang mulai dewasa.


180. Geus cueut ka hareup

Sudah lanjut usia.


181. Geus karasa pait peuheurna

Sudah merasakan banyak pengalaman.


182. Geus labuh bandéra

Masalahnya sudah dapat diselesaikan.


183. Geus (nepi ka) nyanghulu ngalér

Sudah sampai meninggal dunia.


184. Geus teu asa jeung jiga

Sudah sangat dekat sehingga tidak canggung lagi.


185. Geus turun amis cau

Anak gadis yang sudah mulai dewasa.


186. Ginding bangbara

Senang berdandan dan berjalan-jalan agar kelihatan kaya, padahal di rumah sengsara.


187. Ginding kakampis (kekempis)

Keren tetapi tidak punya uang.


188. Goong saba karia

1) Tanpa diundang datang ke tempat hajatan agar

disuruh serta dapat makan sekenyangnya;

2) Selalu berusaha menyatukan diri dengan orang

yang lebih tinggi status sosialnya.


189. Goréng peujit

Dengki


190. Goréng sisit

Kurang beruntung.


191. Gugon tuhon

Tetap setia.


192. Gulak-giluk kari tuur,

hérang-hérang kari mata,

teuas-teuas kari bincurang

Asalnya kaya menjadi miskin.


193. Gunung tanpa tutugan, sagara tanpa tepi

Tiada batasnya.


194. Gurat batu

Keras kepala, meskipun salah, atau tidak sama dengan orang lain, pendiriannya tetap dipertahankan.


195. Gurat cai

Suka ingkar janji.


196. Hadé lalambé

Baik ucapannya saja.


197. Hampang birit

Mudah disuruh.


198. Hampang leungeun

Suka memukul.


199. Handap asor

Peramah; tidak sombong meskipun memiliki kelebihan dari orang lain.


200. Handap lanyap

Bersikap santun hanya untuk menarik simpati orang lain saja.


201. Hapa héman

Tidak memiliki balas budi.


202. Hapa hui

Tidak berkah.


203. Hapa-hapa gé ranggeuyan

Meskipun miskin, tetapi memiliki suami.


204. Harelung jangkung

Tubuhnya tinggi besar.


205. Haréwos bojong

Ucapan yang dibisikkan tetapi terdengar orang lain.


206. Harigu manukeun

Dada orang yang menonjol ke depan.


207. Haripeut ku teuteureuyeun

Mudah terbujuk rayuan yang disangkanya akan menguntungkan.


208. Haseum budi

Bermuka masam, tidak ramah.


209. Haseum kawas cuka bibit

Diibaratkan kepada orang yang tidak ramah.


210. Hawara biwir

Suka menceritakan hal yang belum pasti kebenarannya.


211. Hayang leuwih jadi léwéh

Ingin beruntung, tetapi malah merugi.


212. Hayang untung kalah buntung

Ingin beruntung, tetapi malah merugi


213. Héjo cokor badag sambel

Kampungan sekali.


214. Héjo tihang

Suka berpindah-pindah tempat, baik tempat tinggal maupun pekerjaan.


215. Henteu cai hérang-hérang acan

Bertamu, tetapi tidak dijamu.


216. Henteu jingjing henteu bawa

Tidak membawa apa-apa


217. Henteu unggut kalinduan,

henteu gedag kaanginan

Tetap setia dan teguh pendirian.


218. Hésé capé teu kapaké

Bekerja sekuat tenaga tetapi tidak terpakai.


219. Heuras genggerong

Cara berbicaranya kasar.


220. Heuras létah

Cara berbicaranya kasar.


221. Heureut pakeun

Melarat.


222. Heurin ku létah

Hendak berbicara, tetapi khawatir menyinggung perasaan orang lain.


223. Heueuh-heueuh bueuk

Hanya mengiyakan di mulut saja, tetapi tidak dengan sepenuh hati.


224. Hideung ogé buah manggu matak tigurawil bajing

Berkulit hitam, tetapi manis dan menarik.


225. Hirup dinuhun paéh dirampés

Hidup menerima seadanya.


226. Hirup ku ibun gedé ku poé

Hidup sengsara, tidak ada yang mengurusi.


227. Hirup ku panyukup gedé ku paméré

Hidupdari belas kasihan orang lain.


228. Hirup ramijud

Kehidupan yang tidak terarah.


229. Hirup teu neut paéh teu hos

Kondisi orang yang sakit-sakitan, tapi panjang usia.


230. Huap hiji diduakeun

Berbagi makanan walapun hanya sedikit karena ada ikatan atau rasa saying


231. Hudang pineuh (tineuh)

Sering bangun dari tidur karena merasakan penyakit.


232. Hujan cimata

Menangis terus karena mendapat musibah.


233. Hulu peutieun

Badan besar, tetapi kepala kecil.


234. Hurip gusti waras abdi

Pemimpin dan rahayat hidup aman dan sejahtera.


235. Hurung nangtung siang leumpang

Orang yang memiliki banyak harta benda.


236. Hutang-hatong

Tidak pernah membayar utang; meremehkan utang.


237. Hutang salaput hulu

Banyak utangnya.


238. Hutang uyah bayar uyah

Membalas rasa sakit dengan balasan yang sama.


239. Hutang nyeri bayar nyeri

Membalas rasa sakit dengan balasan yang sama.


240. Ieu aing

Sombong, merasa paling baik.


241. Igana kawas rambang

Badannya sangat kurus.


242. Ilang-along margahina, katinggang pangpung diudag maung, rambutna salambar,

getihna satétés, ambekanana sadami, agamana darigamana, mangga nyanggakeun.

Menyerahkan segala-galanya.

Hilang tak berbekas.


244. Indit sirib

Seluruh anggota keluarga berangkat bersama-sama.


245. Indung hukum bapa darigama

Aturan agama dan negara.


246. Indung suku gé moal dibéjaan

Sangat rahasia, tidak dapat diberitahukan kepada siapapun.


247. Indung tunggul rahayu, bapa tangkal darajat

Keselamatan dunia dan akhirat bergantung kepada keridlaan orang tua.


248. Inggis ku bisi rémpan ku sugan

Khawatir kalau ada perkataan atau tindakan yang salah tanpa disadari.


249. Ipis biwir

Mudah menangis.


250. Ipis wiwirang

Tidak punya malu.


251. Jabung tumalapung, sabda tumapalang

Turut berbicara dalam satu forum mudah-mudahan bermanfaat.


252. Jadi cikal bugang

Menjadi anak tertua dalam satu keluarga karena anak tertuanya meninggal dunia terlebih dahulu.


253. Jadi dogdog pangréwong

Turut berbaur dalam satu kegiatan dengan harapan dapat bermanfaat.


254. Jadi kulit jadi daging

Menjadi kebiasaan yang sulit diberhentikan.


255. Jadi sabiwir hiji

Menjadi bahan pembicaraan orang banyak.


256. Jadi sendén kalémékan

Menjadi bahan pembicaraan orang banyak.


257. Jajar pasar

Berparas biasa-biasa saja seperti kebanyakan orang.


258. Jalma cepet bener

Orang yang benar.


259. Jalma masagi

Orang yang banyak pengalaman atau serba bisa.


260. Jalma notorogan

Orang yang tidak tahu diri.


261. Jaman bedil sundut

Jaman penjajahan.


262. Jaman cacing dua saduit

Jaman dulu kala.


263. Jaman tai kotok dilebuan

Jaman dulu kala.


264. Jauh ka bedug, anggang ka dulag

Jauh dari pusat kota.


265. Jauh-jauh panjang gagang

Mendatangi tempat yang jauh untuk mendapatkan seuatu yang dicari, tetapi tidak berhasil.


266. Jauh tanah ka langit

Dua hal yang sangat berbeda.


267. Jawadah tutung biritna,

sacarana-sacarana

Setiap daerah memiliki kebiasaan masing-masing.


268. Jelema balung tunggal

Orang yang kuat dan bertenaga besar.


269. Jelema bangkarak

Orang tidak berguna.


270. Jelema pasésaan

Orang yang pernah gila.


271. Jelema sok keuna ku owah gingsir

Manusia dapat melakukan kesalahan.


272. Jelema teu balég

Orang tidak benar.


273. Jelema teu bérés

Orang tidak benar.


274. Jelema teu eucreug

Orang tidak benar.


275. Jelema kurang saeundan

Orang gila.


276. Jéngkol aya usumna, ekol mah taya tungtungna.

Jika awalnya berbohong, orang akan terus berbohong.


277. Jiga tunggul kahuru

Jelek sekali.


278. Jongjon bontos

Giat bekerja.


279. Jual dedet

Menjual dengan paksa.


280. Kabedil langit

Terpesona melihat penampilam orang yang tidak tampil seperti biasanya.


281. Ka cai diangir mandi, batu lenjang panuusan.

Sering mandi untuk mempercantik diri.


282. Kacanir bangban

Mendapat malu.


283. Kacekel bagal buntutna

Tertangkap ketika sedang melakukan kesalahan.


284. Kacekel deleg

Kebenaran yang selalu dipegang teguh.


285. Kaceluk ka awun-awun,

kawentar ka jana pria

Sangat terkenal.


286. Kaduhung tara ti heula

Menyesal itu datang belakangan.


287. Kagok asor

Terlanjur malu karena kalah bicara atau kalah pandai.


288. Kagok asong

Karena sudah terlanjur berbuat, terpaksa diteruskan meskipun tidak perlu atau tidak disukai.


289. Kagok borontok, kapalang belang

Terlanjur berbuat kesalahan


290. Kahieuman bangkong

Banyak harta titipan orang lain.


291. Kahirupan jelema sok aya pasang surudna

Kehidupan orang itu ada pasang surutnya.


292. Kajejek ku hakan

Hasil bekerja habis digunakan untuk makan.


293. Kakeueum ku cai togé

Suami takut istri.


294. Kakeureut ku sieup, katindih ku kari-kari

Tertuduh karena berada di tempat kejadian.


295. Kalah ka éngkég

Banyak omong, pekerjaan tidak selesai-selesai.


296. Kalapa bijil ti cungap

Rahasia keluar dari diri sendiri.


297. Kaliung kasiput

Hidup di lingkungan orang kaya.


298. Kandel kulit beungeut

Tidak punya rasa malu.


299. Kapiheulaan ngaluluh taneuh

Bangun kesiangan.


300. Kapipit galih, kadudut kalbu

Terpentang api asmara atau kasmaran.


301. Kapiring leutik

Mendapat malu.


302. Karo-karo gélo

Sama-sama gilanya, melayani orang yang tidak baik.


303. Kasép ngalénggéréng konéng

Ganteng sekali.


304. Kasuhun kalingga murda

Sangat berterima kasih.


305. Katempuhan buntut maung

Harus menanggung akibat dari perbuatan orang lain


306. Katindih ku kari-kari

Menjadi tersangka karena ada di tempat kejadian atau barang bukti ada padanya.


307. Katerka ku kira-kira

Dituduh melalukan kesalahan tanpa bukti.


308. Katuliskeun jurig.

Pada awalnya mengatakan sesuatu dengan bergurau, tetapi pada akhirnya menjadi kenyataan.


309. Katurug katutuh

Mendapat musibah terus-menerus.


310. Kawas aeud

Perilakunya tidak baik.


311. Kawas anu teu dibedong

Selalu ingin mengambil padahal bukan miliknya.


312. Kawas aul

Senang meludah.


313. Kawas awi sumaér di pasir

Bisa menyesuaikan diri.


314. Kawas bayah kuda

Warnanya sudah sangat pudar karena luntur.


315. Kawas beubeulahan térong

Dua orang yang berwajah sama.


316. Kawas beusi atah beuleum

Marah sekali.


317. Kawas birit sééng

Memiliki warna kulit yang hitam legam.


318. Kawas bodor réog

Orang yang perilakunya menggelikan (humoris).


319. Kawas bueuk beunang mabuk

Diam tertunduk tidak dapat berkata-kata karena merasa malu telah melakukan kesalahan.


320. Kawas bujur aseupan

Tidak bisa duduk dengan diam atau tenang.


321. Kawas carangka runtah

Segala jenis makanan disantapnya.


322. Kawas careuh bulan

Mukanya memakai bedak yang tebal.


323. Kawas ciduh jeung ruhak (reuhak)

Dua orang yang berperilaku sama buruknya.


324. Kawas cucurut kaibun

Kedinginan dan rambutnya kelimis karena kehujanan


325. Kawas dodol bulukan

Berparas hitam, memakai bedak tebal sekali.


326. Kawas dongéng si Boséték

Cerita yang kurang bermanfaat.


327. Kawas durukan huut

Disangka aman, padahal sewaktu-waktu dapat membahayakan.


328. Kawas gaang katincak

Sedang gaduh, tiba-tiba sepi.


329. Kawas gateuw

Tidak bisa bepergian karena berpenyakitan atau sudah lanjut usia.


330. Kawas hayam lamba

Jagoan yang sudah berusia tua.


331. Kawas hayam panyambungan

Kebingungan karena berada di tempat yang asing.


332. Kawas heulang pateuh jangjang

Tidak berdaya karena kehilangan kekuatan atau orang yang diandalkan.


333. Kawas hileud peuteuy

Orang yang suka membuat keributan/onar.


334. Kawas himi-himi

Selalu bersatu, tidak pernah berpisah.


335. Kawas jogjog mondok

Riuh dan gaduh.


336. Kawas ka budak rodék hulu

Menghina seperti kepada anak kecil.


337. Kawas kacang ninggang kajang

Berbicara cepat dan tiada henti-hentinya.


338. Kawas kapuk kaibun(an)

Seperti orang pingsan, kehilangan tenaga.


339. Kawas kedok bakal

Parasnya jelek sekali.


340. Kawas kedok rautaneun

Parasnya jelek sekali.


341. Kawas langit jeung bumi

Sangat jauh berbeda.


342. Kawas leungeun nu palid

Tangannya selalu meraba-raba, tidak bisa diam.


343. Kawas mata peda

Mencari barang tidak kelihatan, padahal ada di tempat terbuka.


344. Kawas maung meunang

Bibir wanita yang merah sekali karena dipoles lipstik atau habis makan sirih.


345. Kawas nu dipupul bayu

Tidak berdaya karena kurang tenaga.


346. Kawas nu kékéd

Kikir atau pelit sekali.


347. Kawas nu meunang lotré

Meluapkan kegembiraan yang berlebihan.


348. Kawas panyeupahan lalay

Pakaian yang kotor dan jelek.


349. Kawas Rama jeung Sinta

Pasangan yang serasi antara orang yang ganteng dan yang cantik.


350. Kawas siraru jadi

Banyak orang berkeliaran.


351. Kawas tatah

Harus selalu disuruh, tidak ada kemaunan sendiri.


352. Kawas tikukur (Nikukur)

Menyebut nama sendiri kepada yang baru kenal.

Selalu menyebut nama ketika bercakap-cakap.


353. Kawas toed

Banyak bicara.


354. Kawas tunggul kahuru

Wajah yang jelek dan hitam.


355. Kawas ucing jeung anjing

Tidak pernah akur.


356. Kawas ucing kumareumbi

Anak kecil yang sedang belajar ketangkasan, segala sesuatu dibuat permainan.


357. Kembang buruan

Balita yang sedang lucu-lucunya dan senang bermain di halaman rumah.


358. Kembang carita

Kebaikan seseorang menjadi pembicaraan banyak orang.


359. Keuna ku aén

Mendapat cobaan karena tidakpernah bersyukur.


360. Keuna ku lara teu keuna ku pati

Hidup sengsara, sakit-sakitan, tetapi panjang umur.


361. Keur béntang surem

Sedang sial.


362. Keur meujeuhna bilatung dulang

Anak kecil yang memerlukan banyak makanan.


363. Keuyeup apu

Orang yang tidak bertenaga.


364. Kokod monongeun

Buah-buahan yang tidak dapat matang karena sering dipegang.

365. Kokolot begog

Berbicara tidak sesuai usianya seperti orang tua.


366. Kokoro manggih mulud, puasa manggih lebaran

Aji mungpung karena banyak makanan.


367. Kokoro nyenang

Orang kaya baru yang berpakaian tidak pada tempatnya.


368. Kokoro nyoso, malarat rosa,

lebaran teu meuncit hayam

Sangat miskin.


369. Kolot dapuran

Dituakan sesuai dengan hubungan kekerabatan, meskipun usianya lebih muda.


370. Kolot dina beuheung munding

Berusia tua, tetapi kurang pengalaman.


371. Kolot kolotok

Berusia tua, tetapi kurang pengalaman.


372. Kolot pawongan

Usianya masih muda tetapi kelihatannya sudah tua.


373. Kolot sapeuting

Usianya sudah tua, tetapi kurang pengalaman/ pengetahuan.


374. Koréh-koréh cok

Usaha serabutan.


375. Kudu bisa ngeureut neundeun

Harus hemat


376. Kudu bisa ngeureut pakeun

harus hemat


377. Kudu boga pikir kadua leutik

Harus memiliki rasa curiga


378. Kujang dua pangadékna

Perkataan seseorang yang mempunyai maksud ganda


379. Kukuh Ciburuy

Orang yang memegang teguh adat-istiadat.


380. Kumaha bulé hideungna

Bagaimana hasilnya nanti


381. Kumaha ceuk nu dibendo

Menuruti apa yang dikatakan pimpinan


382. Kumaha geletuk batuna, kecebur caina

Melakukan pekerjaan tanpa memikirkan risikonya.


383. Kumaha raména pasar

Ikut-ikutan; bagaimana kesepakatan bersama


384. Kuméok méméh dipacok

Menyatakan tidak sanggup sebelum mencoba melakukan suatu pekerjaan; menyerah sebelum bertempur.


385. Kumis bangbara ngaliang

Ingin terlihat gagah tapi merasa tersiksa oleh pakaian dan asesoris yang dikenakannya


386. Kurang jeujeuhan

Tidak berhati-hati; kurang perhitungan


387. Kurang saeundan

Orang yang kurang waras; terganggu pikirannya


388. Kur’an butut

Bangga dengan status sebagai turunan kaum bangsawan meskipun hidup dalam kesulitan


389. Kuru aking ngajangjawing

Menderita berkepanjangan


390. Kuru cileuh kentél peujit

Mengurangi tidur dan makan atau hidup prihatin karena ingin menggapai yang dicita-citakan.


391. Kurung batok

Tidak memiliki pengalaman karena tidak pernah bepergian


392. Labuh jangkar

Menurunkan jangkar atau berlabuh.


393. Laér gado

Selalu menginginkan makanan milik orang lain; selalu ingin bicara, segala sesuatu jadi bahan pembicaraan.


394. Lain lantung tambuh laku,

lain lentang tanpa béja (seja)

Pergi karena ada maksud dan tujuan yang pasti


395. Lain palid ku cikiih

Datang karena memiliki maksud dan tujuan


396. Lalaki kembang kamangi

Lelaki yang tidak bisa mencukupi kebutuhan rumah tangganya


397. Lalaki langit lalanang jagat

Lelaki tampan dan gagah perkasa


398. Lali rabi tégang pati

Berani berkorban meskipun harus meninggalkan keluarga dan menyerahkan jiwa raga


399. Lali ka purwadaksi

Orang yang melupakan asal-usul, karena kepangkatan dan kekayaannya yang tidak wajar


400. Lantip budi

Cepat memahami terhadap maksud orang lain walaupun tidak diucapkan.


401. Légég lebé budi santri,

ari lampah euwah-euwah

Orang jahat yang pandai menipu dengan cara berperilaku seperti orang baik


402. Léléngkah halu

Anak kecil yang baru belajar berjalan


403. Lembur singkur mandala singkah

Tempat yang tersembunyi dan sangat terpencil


404. Léngkah kapiceun

Bepergian dengan membawa maksud, namun tidak berhasil


405. Lengkéh légé

Orang tidak nampak pinggangnya karena sangat gemuk


406. Lepas batan kuda lumpat,

tarik batan mimis

Larinya kencang sekali


407. Lésang kuras

Uangnya selalu habis, tidak bisa menyisihkan untuk simpanan


408. Léntah darat

Orang yang meminjamkan uang dengan bunga berlipat (rentenir)


409. Létah leuwih seukeut manan pedang

Luka hati karena ucapan lebih pedih daripada luka biasa


410. Leuleus awak

Orang yang senang bekerja atau mudah untuk disuruh


411. Leumpang nuturkeun indung suku

Berjalan (pergi) tidak memiliki maksud tujuan


412. Leumpeuh yuni

Mudah terpengaruh, tidak kuat menahan godaan atau kesusahan.


413. Leungit tanpa lebih,

ilang tanpa karana

Hilang tak berbekas tanpa diketahui penyebabnya.


414. Leutik burih

Penakut


415. Leutik pucus

Penakut


416. Leutik-leutik cabé rawit

Walau badannya kecil tetapi pemberani dan pandai


417. Leutik-leutik ngagalatik

Walau badannya kecil tetapi pemberani dan pandai


418. Leutik ringkang gedé bugang

Sifat manusia setelah kematiannya meninggalkan banyak urusan bagi yang ditinggalkannya


419. Leuweung ganggong sima gonggong

Tempat (hutan) yang suasananya sangat menakutkan


420. Lieuk euweuh ragap taya

Sangat miskin, tidak memiliki apapun.


421. Lindeuk japati

Wanita seperti mudah didekati, tetapi nyatanya sulit


422. Lindeuk piteuk

Wanita seperti mudah didekati, tapi nyatanya sulit


423. Lir cai jeung minyak

Tidak bisa bersatu


424. Loba jaksa

Terlalu banyak orang yang memberikan pertimbangan atau nasihat.


425. Lolondokan

Bisa menyesuaikan diri dengan keadaan setempat atau keinginan jaman


426. Luhur kokopan

Sombong, merasa paling tinggi derajatnya


427. Luhur pamakanan

Sombong, merasa paling tinggi derajatnya


428. Luhur tutupan

Sombong, merasa paling tinggi derajatnya


429. Luncat mulang

Ucapanya tidak bisa dipercaya; melanggar perjanjian.


430. Lungguh tutut bodo kéong,

sawah sakotak kaider kabéh

Tampaknya pendiam seperti orang alim, tetapi kelakuannya bertolakbelakang.


431. Mabok pangkat

Selalu ingin dihormati orang lain.


432. Macan biungan

Orang yang tidak akur dengan teman sekampungnya


433. Maén sabun

1) menyuap;

2) berdamai dengan lawan agar dapat memenangkan permainan


434. Malapah gedang

Menyatakan maksud yang sebenarnya dengan cara berdiplomasi; menyampaikan masalah dengan cara tidak langsung.


435. Maliding sanak

Pilih kasih


436. Malik mépéh

Orang yang sakit parah merasa gelisah dengan membolak-balikkan badan seperti sedang sekarat.


437. Malih rabi, pindah ngawula

Berganti pasangan atau berganti majikan.


438. Malik tambang

Mau mencelakakan orang lain, berbalik kepada diri sendiri.


439. Malikkeun pakarang

Melawan majikan dengan senjata pemberiannya


440. Malikkeun pangali

Menyerahkan (membebani) pekerjaan kepada orang yang memberi pekerjaan


441. Manan léwéh, mending waléh

Daripada memikul kesulitan sendiri lebih baik berbicara terus terang


442. Manasina sambel jahé, top téwéwét

Harus sabar menunggu karena setiap usaha hasilnya tidak akan datang seketika


443. Mandi oray

Mandi tidak memakai sabun asal membasahi badan


444. Mani hayang utah iga

Merasa sangat benci


445. Matih tuman batan tumbal

Karena sudah menjadi kebiasaan sejak lama, sehingga sulit menerima aturan baru.


446. Mata dijual ka peda

Orang yang lengah, tidak mengetahui apa yang ada di hadapannya


447. Mata duiteun

Segala sesuatu (perkara) diukur dengan uang


448. Mata karanjang

Selalu suka bila melihat perempuan cantik


449. Matak andel-andelan

Mengurangi kepercayaan sehingga orang yang mempercayainya sangat menyesal.


450. Matak ibur salelembur, éar sajajagat.

Kelakuan yang buruk menjadi bahan pembicaraan

orang di mana-mana


451. Matak muringkak bulu punduk

Sangat menakutkan


452. Matak pabalik létah

Meminta kembali sesuatu yang telah diberikan


453. Matak pajauh huma

Sulit untuk saling berkunjung, saling menyayangi


454. Maung malang

Sekeluarga melaksanakan (membangun) pekerjaan di suatu tempat, tetapi saling berselisih seperti bukan dengan saudara saja.


455. Maung ompong, bedil kosong, karéta kosong

Meskipun tidak memiliki kekuasaan, tetapi dihormati karena memiliki kewibawaan


456. Maung sarungkun

Meskipun bersaudara, tetapi selalu bertengkar seperti bukan bersaudara.


457. Melengkung umbul-umbulna,

ngerab-ngerab bandérana

Menggambarkan kemeriahan di tempat pesta / perayaan.


458. Mending pait ti heula batan pait tungtungna

Dalam urusan jual beli atau usaha bersama lebih baik mengadakan perjanjian atau kesepakatan sejak awal, agar tidak terjadi perselisihan.


459. Ménta buntut

Meminta lagi barang/makanan yang telah diberikan.


460. Meubeut meulit

Marah kepada seseorang sambil menyebut nama orang lain yang tidak ada hubungannya.


461. Meunang kopi pait

Dimarahi atasan; diperlakukan tidak baik.


462. Meungpeun carang

Pura-pura tidak mengetahui


463. Meupeus keuyang

Melampiaskan kekesalan kepada seseorang dengan memarahi orang lain yang tidak bersalah.


464. Midua haté

Tidak setia.


465. Midua pikir

Tidak setia.


466. Mihapékeun manéh

Dapat menyesuaikan diri di tempat perantauan.


467. Milégég lebé

Berperilaku baik agar dipercaya orang.


468. Milih-milih rabi, mindah-mindah rasa

Mengganti (mencari) pasangan hidup, siapa tahu mendapatkan yang sesuai dengan perasaan (hati nurani).


469. Milik teu pahili-hili, bagja teu pala-ala.

Rejeki setiap orang sudah ditentukan oleh Tuhan.


470. Minda rupa

Berubah wujud.


471. Mindingan beungeut ku saweuy

Merahasiahkan suatu perkara yang telah diketahui umum


472. Mipit teu amit, ngala teu ménta

Petuah, bila mengambil barang orang lain harus seizin pemiliknya.


473. Misah badan misah nyawa

Setiap orang tidak sama segala sesuatunya, baik secara lahir maupun batin


474. Miyuni hayam kabiri

Penakut


475. Miyuni hui kamayung

Pemarah


476. Miyuni hurang, tai ka hulu-hulu

Bodoh sekali


477. Miyuni kembang

Perilaku atau penampilannya menyenangkan.


478. Miyuni kohkol

Selalu bernasib buruk

479. Miyuni tai

Perilaku atau penampilannya tidak menyenangkan.


480. Miyuni umang

Malas bekerja hingga tidak memiliki rumah sendiri.


481. Moal jauh laukna

Tidak akan sulit mendapatkan keuntungan/pengganti.


482. Moal ditarajéan

Tidak takut, berani menghadapinya


483. Moal linyok moal bohong

Tidak akan berbohong.


484. Moal néangan jurig teu kadeuleu

Tidak akan menyalahkan (menuduh) orang lain karena sudah diketahui pelakunya


485. Moal ngejat satunjang béas

Tidak akan gentar selangkahpun


486. Modal dengkul

Berusaha tidak bermodalkan uang tapi kemauan


487. Mabok ku ajian

Belajar ilmu tidak kesampaian, akhirnya seperti orng gila.


488. Mandeg mayong

Ragu-ragu


489. Mangduakeun

Selingkuh


490. Mucuk eurih

Jemari wanita yang bentuknya runcing menyerupai pucuk ilalang


491. Mulangkeun panyiraman

Biasanya ditujukan kepada orang telah mendekati ajalnya, suka banyak permintaan, kadang-kadang minta yang aneh-aneh.


492. Mupugkeun tai kanjut

Pesta (perkawinan/khitanan) besar-besaran karena anak tunggal atau bungsu


493. Murag bulu bitis

Selalu bepergian, tidak kerasan diam di rumah


494. Murah sandang murah pangan

Negara makmur, tidak kekurangan, segala kebutuhan hidup rakyat terpenuhi


495. Muriang teu kawayaan

Sakit karena tergila-gila oleh seseorang


496. Musuh kabuyutan

Musuh dari zaman dahulu atau musuh yang turun-temurun.


497. Najan dibawa kana liang cocopét,

moal burung nuturkeun

Selalu setia meskipun dibawa ke mana pun (istri oleh suaminya)


498. Naheun bubu pahareup-hareup

Saling meminjamkan uang karena sama-sama malu untuk menagih utang sebelumnya.


499. Nanggung bugang

Ditinggal mati oleh kedua saudara (adik dan kakak)


500. Nénéh bonténg

memanjakan anak, tetapi ketika marah mudah memukulinya


hanca,,,,

nyambung bagean ka 2

 


About these ads
Published in: on 27 Desember 2010 at 2:45 pm  Comments (3)  

The URI to TrackBack this entry is: http://ncepborneo.wordpress.com/2010/12/27/babasan/trackback/

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. lengkap eyyy :)

  2. ceuli katel ?
    nafas kuda ?

    apaa ? :/

    • ceuli katel
      didengarkan, tapi tidak mendapat manfaatnya/omongan yang didengar hanya lewat

      nafas kuda
      panjang nafasnya / kalau lari kuat fisiknya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 88 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: